Kasus Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan di Kendal makin Turun

Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kendal makin turun

0
515
Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kendal tahun 2019 turun dibandingkan tahun 2018. Pada tahun 2018 angkanya mencapai 100 lebih, sedangkan pada tahun 2019 turun menjadi 82 kasus. Kasus kekerasan terhadap anak jumlahnya lebih besar, yaitu 52 kasus, sedangkan kekerasan terhadap perempuan dan orang dewasa ada 30 kasus.

Kepala DP2KBP2PA Kendal, Asrifah mengatakan, data kekerasan pada tahun 2019 sebagian besar adalah kasus kekerasan seksual sebanyak 20 kasus, yaitu 10 kasus pelecehan seksual dan 10 kasus pemerkosaan. Untuk kasusu KDRT sebanyak 19 kasus dan kekerasan lainnya ada 37 kasus. Dikatakan, pelaku kasus pelecehan seksual terhadap anak banyak yang dilakukan oleh orang terdekat. Anak-anak yang menjadi korban sebagian besar dari keluarga yang ditinggal oleh orang tuanya yang bekerja ke luar. “Bagi orang tua harus melakukan pengawasan pergaulan anak, termasuk memantau HP anak,” katanya.
Asrifah mengatakan, pihak dinas selalu memberikan pendampingan terhadap korban pelecehan seksual hingga masuk ke penyelesaian hukum di pengadilan. Selain itu juga memberikan perlindungan dan pendampingan psikologis untuk memulihkan korban. “Sekarang sudah ada psikolog yang melakukan pendampingan sampai korban bisa pulih dan bersekolah lagi,” katanya.
Sementara itu Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kendal, Siti Akhidah mengatakan, agar pelaku tindak kekerasan, terutama pelecehan seksual terhadap anak supaya diproses sampai ke pengadilan. Dikatakan, kebanyakan pihak orang tua atau keluarga merasa takut atau malu untuk melaporkan jika terjadi tindak kekerasan. Hal ini karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. “Kami JPPA Kendal siap melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan, tidak usah takut atau malu, karena kami tetap menjaga kerahasiaannya,” katanya.