Komunitas Ngaji Ngopi Hepi Gelar Mujahadah di Ponpes Miftahul Huda Magelung

Komunitas Ngaji Ngopi Hepi Gelar Mujahadah Kemerdekaan di Ponpes Miftahul Huda Magelung Kaliwungu Selatan

0
833

Komunitas Ngaji Ngopi Hepi (NNH) Kendal menggelar Mujahadah Kemerdekaan bersama ratusan santri dari Pondok Miftahul Huda, Magelung Kaliwungu Selatan.

Acara diawali dengan khataman Al Qur’an 30 juz oleh ratusan santri yang diasuh KH Baduhun Badawai. Mereka kemudian bersholawat bersama jamaah NNH di Masjid Pondok Miftahul Huda setempat.

Pimpinan NNH, Gus Basyarohman mengatakan acara digelar selain untuk merayakan HUT RI ke 74, juga melanggengkan tradisi doa bersama untuk mendoakan semua Pahlawan yang telah berjuang memerdekakan Indonesia.

“Selain itu bagi santri juga untuk memupuk rasa percaya diri santri. Bahwa mereka adalah generasi emas bangsa ini yang akan menjadi cahaya untuk kemajuan negeri,” tandasnya.

Menurutnya, para ulama terdahulu adalah bukti bagi kemajuan dan kemerdekaan NKRI. Dimana pada masa penjajahan, Indonesia belum memiliki tentara dan persenjataan lengkap. Tapi ulama telah mendirikan pesantren dan pasukan militan yang siap bertempur memerdekakan NKRI,” tandasnya.

Lain halnya yang dilakukan Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah, Mororejo, Kaliwungu. Untuk memeperingati HUT RI ribuan menggelar pawai dan upacara bendera. Uniknya upacara dilakukan ala santri mengenakan kostum pondok, yakni bersarung dan memakai sendal jepit saja. Bahkan ada beberapa yang hanya tidak mengenakan alas kaki apapun.

Hal sama juga dilakukan ribuan santri di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu. Dengan mengenakan pakaian ala santri, sarungan dan berpeci mereka menggelar upacara bendera di halaman Masjid Al Mutaqin Kaliwungu. Mulai dari petugas upacara hingga pembina upacara seluruhnya santri Ponpes APIK Kaliwungu.

Tidak ada seragam hanya baju putih dan sarung hitam yang dikenakan ribuan santri ini, mereka juga tidak  mengenakan sepatu hanya beralas kaki sandal. Hanya peci yang dikenakan diberi bendera merah putih sebagai tanda cinta terhadap tanah air Indonesia.

Meski tidak berseragam dan hanya mengenakan sarung, santri ini khidmat mengikuti upacara bendera memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 di halaman parkir Masjid Al Mutaqqin Kaliwungu Sabtu (17/08) pagi. Seluruh petugas upacara hingga pembina upacara seluruhnya santri ini.

Begitu pula petugas pengibar bendera merah putih, tidak mengenakan celana panjang tetapi tetap mengenakan sarung berwarna putih. Upacara bendera HUT kemerdekaan Republik Indonesia ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 dan setiap tahun dilaksanakan oleh santri.

Penasehat santri Ponpes APIK Kaliwungu, Aden Sanaya mengatakan  mulai dari petugas upacara hingga pembina upacara seluruhnya adalah santri. “Pengasuh ponpes hanya memberi dukungan agar santri menyelenggarakan upacara bendera hari kemerdekaan Republik Indonesia. Ada 1200 santri yang ikut dalam upacara bendera ini sedangkan mengenakan sarung merupakan pakaian wajib santri yang menusantara,” jelasnya.