Kosti Kendal dan Striwel ingin Majukan Kendal

0
1116

Membentuk komunitas tidak sekedar untuk senang-senang, tapi memiliki tujuan yang positif. Hal ini terungkap saat Talk Show Radio Swara Kendal di Kendal Expo Sabtu (27/8) bersama Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Kendal dan komunitas motor Honda CB 150 R (Striwel).

Ketua Striwel Kendal, Budi  mengatakan, Striwel yang baru berdiri tahun 2015 mendirikan komunitas memang untuk mengumpulkan pemilik motor Honda CB 150 R supaya bisa saling sharing atau tukar pengalaman. Namun, Striwel yang sekarang beranggota  25 orang, banyak mengadakan kegiatan sosial. “Kegiatan yang berhubungan dengan motor ya turing, karnaval Safety Riding, tapi kami juga melakukan baksos, seperti bagi-bagi takjil,”katanya.

Budi mengatakan, Striwel yang bernaung di wadah nasional Asfi  selalu menekankan kepada anggotanya untuk selalui mematuhi peraturan lalu lintas. Bahkan bukan sekedar itu, namun dalam berkendara harus benar-benar safety atau aman, sehingga kelengkapan kendaraan dan pakaian pun harus aman. “Prinsip kami, kalau tidak safety lebih baik tidak usah berkendara di jalan. Keselamatan harus diutamakan, maka patuhi rambu-rambu dan tertib di jalan,”ujarnya.

Wakil Ketua Umum Striwel, Arifin menambahkan, Sriwel juga mulai membuka bisnis bersama. Salah satunya memproduksi saus sambal merk Kembang Teratai. Modal dipikul bersama dengan iuran. “Jadi, kami tidak hura-hura, tapi mengajak anggota yang kebanyakan anak-anak muda untuk berbisnis. Dari bisnin saos sambal yang pemasarannya sudah sampai Jakarta berhasil meraih omset per minggu Rp. 3 juta. Semoga bisa  menjadi contoh bagi anak-anak muda lainnya. Jadikan Kendal kota tertib lalulintas.

Sementara itu, Ketua Kosti Kendal, Yahya mengatakan, tujuan komunitas sepeda tua ini pertama untuk nguri-nguri budaya. Selain budaya bersepeda tua, juga budaya gotong-royong, kebersamaan dan kekeluargaan. “Bersepeda juga olahraga, namun karena sepeda tua, maka tidak saling balapan, tapi selalu bersama, rukun, kompak dan gotong-royong,”ujarnya.

Komunitas sepeda tua di Kendal sudah ada sejak 2006, namun mulai bergabung dengan Kosti sejak 10 Feb 2008. Dengan menginduk pada Kosti Pusat, maka semakin banyak pengalaman dan luas kegiatannya. Pasalnya jika Kosti Pusat mengadakan kegiatan di luar daerah, biasanya Kosti Kendal juga ikut, bahkan pernah ikut di Bali.
Temu 3 bulan.

Pengurus Kosti Kendal Murdowo menambahkan, kegiatan Kosti juga menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Biasanya pada saat mengikuti suatu event, Kosti selalu memakai pakain tempo dulu, seperti pakaian ala pahlawan.  Harapannya, dengan mengetahui sejarah, maka akan terus melestarikan budaya, sehingga akan terus berkembang. “Dengan mencintai budaya kita, maka tidak tergerus oleh budaya asing,”harapnya.

Pengurus Kosti Kendal lain, H Haris mengatakan, keberadaan Kosti Kendal diakui secara nasional. Pasalnya, pernah menjuarai event nasional, bahkan untuk koleksi-koleksi sepeda tua,  di Kendal memiliki koleksi terunik dan terantik. Sampai-sampai kolektor dari Belanda, termasuk cucu pemilik pabrik sepeda kuno Gazela juga pernah datang ke Kendal. H Haris berharap, potensi-potensi warisan dulu yang ada bisa dihidupkan untuk menarik wisatawan.
“Hidupkan wisata lama Kendal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.