Lihat Pasar Kendal Kotor, Bupati Mirna Perintahkan segera Dibenahi

Bupati Mirna Minta Pasar Kendal segera dibenahi

0
968

Bupati Kendal dr Mirna Annisa sedih melihat kondisi Pasar Kendal yang kotor dan kumuh. Padahal Pasar Kendal merupakan wajah kota yang seharusnya tampak indah dan bersih. Hal ini diucapkan saat Bupati Mirna melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kendal, Selasa (21/11/2017) karena melihat sampah yang berceceran dan saluran air yang kotor dan berbau.

“Saya sedih melihat wajah Kota Kendal yang kotor. Kebersihan tanggung jawab bersama antara pemerintah sesuai kapasitasnya, masyarakat sekitar dan pengusaha juga,” ujar Bupati Mirna.

Saat itu juga Bupati langsung merunut saluran air dengan membongkar beberapa bagian penutup got untuk melihat penyebab mampetnya saluran air. Bupati menilai perlu adanya langkah-langkah segera untuk membenahinya.  “Saya lagi mau runut kenapa saluran air Pasar Kendal tidak berjalan lancar,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Pemkab Kendal Drs. Sukron Syamsul Hadi mengatakan, akan segera turun tangan untuk membereskan persoalan drainse dan sampah di Pasar Kendal.

“Untuk sementara kami tanggulangi dulu secara bergotong royong utk bersihkan saluran agar tidak terjadi genangan, apalagi ini menghadapi musim hujan. Untuk drainase Pasar Kendal dan beberapa pasar besar di Kabupaten Kendal sudah teranggarkan di tahun 2018,” tukasnya.

Terkait permasalahan sampah di Pasar Kendal, menurut Syukron, karena sampah di TPS Pasar Kendal yang overload, karena warga sekitar pasar banyak yang membuang sampah di TPS Pasar, padahal sampah dari pasar sudah cukup banyak. Syukron mengatakan, akan berkoordinasi dengan OPD pengampu pelayanan sampah untuk melakukan pelayanan pengambilan sampah setiap hari. Sedangkan masalah genangan air di jalan belakang pasar dikarenakan drainase di daerah hilir terlalu banyak sedimentasi sehingga air tidak bisa mengalir. “Yang segera dilaksanakan ini kerja bhakti untuk membersihkan tumpukan sampah dan tanah di selokan sekitar genangan air,”katanya.

Dikatakan, pada tahun 2018 sudah direncanakan untuk melaksanakan normalisasi drainase pasar daerah, yaitu Pasar Kendal, Boja, Cepiring, Kangkung dan Sidorejo dengan anggaran kurang lebih 700 juta. Selama ini untuk pemeliharaan Pasar Kendal, pihaknya hanya mengandalkan dana 40% dari pengembalian realisasi penerimaan retribusi pasar untuk memperbaiki kondisi fisik. Dasar dana 40 % adalah Perda 8 tahun 2011 pasal 71 ayat (3) huruf a yaitu pengembalian realisasi penerimaan retribusi pasar untuk memperbaiki kondisi fisik 13 pasar daerah dan 3 pasar hewan. “Pada tahun 2016, Disdag mendapatkan alokasi pemeliharaan pasar 1,6 milyar, sedangkan pada tahun 2017mendapatkan alokasi pemeliharaan pasar 2,1 milyar. “Pada tahun 2018, Disdag direncanakan mendapat alokasi pemeliharaan pasar 1,6 milyar, sehingga jika dirata-rata, maka masing-masing pasar akan mendapat dana 100juta untuk perbaikan fisiknya. Harapannya dapat digunakan utk memperbaiki drainase pasar,”harapnya.