Makanan Mengandung Pewarna Berbahaya Masih Dijual di Pasar Kendal

Bupati Mirna sidak pasar jelang lebaran 2017

0
964

Masyarakat harus bisa memilih makanan yang sehat, terutama makanan yang mengandung pewarna. Pasalnya di pasar-pasar masih dijumpai makanan yang mengandung pewarna berbahaya. Hal ini diketahui saat Bupati Kendal dr Mirna Annisa melakukan sidak pasar jelang lebaran pada Selasa (13/6/2017). Beberapa makanan seperti cendol, kolang-kaling, agar-agar dan gula cao ketika dicek oleh petugas, positif mengandung zat pewarna textil, Rodhamin B.

Bupati Mirna meminta kepada pedagang tersebut agar tidak menjualnya, karena membahayakan kesehatan. Kepada pihak dinas, Bupati meminta agar terus melakukan pemantauan terhadap makanan yang mengandung pewarna berbahaya. “Saya kira bisa diatasi, karena jumlah makanan yang mengandung pewarna berbahaya tidak begitu banyak,”ujarnya.

Pada sidak pasar Bupati bersama Forkompimda dan dinas terkait juga memantau harga-harga kebutuhan pokok di pasar menjelang lebaran. Berdasarkan keterangan dari para pedagang, harga-harga kebutuhan pokok, rata-rata stabil. Hanya bawang putih yang naik cukup tinggi mencapai Rp 70 ribu.

Kepala Dinas Perdagangan Kendal Syukron Samsul Hadi mengatakan, berdasarkan pemantauan terhadap barang-barang kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional, pada bulan Ramadhan ini memang rata-rata masih stabil. “Rata-rata harganya masih stabil,”kata Syukron.