Optimalkan Potensi Perikanan dan Pelabuhan untuk Pengembangan Pesisir Kendal menuju Kendal Permata Pantura

Talkshow di Kendal Explore, tema Pengembangan Pesisir Kendal menuju Kendal Permata Pantura

0
1462

Kabupaten Kendal yang berada di wilayah pesisir sepanjang 45 kilo meter memiliki potensi perikanan yang luar biasa. Bukan hanya para nelayan dengan tangkapan ikan lautnya, tapi perikanan hasil budidaya tambak juga cukup besar. Selain potensi ikan, Kendal yang memiliki pelabuhan juga merupakan sumber pendapatan asli daerah dan potensi lain adanya pelabuhan. Dalam talkshow Studio Mini Swara Kendal di event Kendal Explore pada Minggu (01/10/2017) mengangkat tema Pengembangan Pesisir Kendal menuju Kendal Permata Pantura.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Agung Setiawan mengatakan, di Kendal ada sekitar 15 ribu nelayan dan 1.100 kapal. Sebagian besar masih menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, seperti cantrang. Untuk itu pemerintah akan menggantinya dengan alat tangkap yang ramah dengan tujuan untuk kelestarian lingkungan. Pemerintah tidak begitu saja melarang, namun perlu dilakukan sosialisasi kepada para nelayan. Secara bertahap pemerintah menggantikannya dengan alat tangkap yang ramah lingkungan. “Kami melakukan sosialisasi dan praktek langsung. Ternyata hasil tangkapannya juga bagus, maka tidak perlu khawatir untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan,”katanya.

Agung mengatakan, kepedulian pemerintah terhadap nelayan juga diberikan dalam bentuk asuransi. Bagi nelayan tidak mampu, maka preminya difasilitasi oleh pusat. Dengan adanya asuransi, maka keselamatannya akan terlindungi. Jika terjadi kecelakaan sampai meninggal dunia, maka akan mendapatkan asuransi sebesar Rp 160 juta, kondisi sakit mendapat Rp 10-20 juta dan cacat tetap Rp 60 juta. “Harapannya para nelayan supaya sadar asuransi,”ujarnya.

Agung mengatakan, bantuan juga diberikan kepada petani tambak, baik oleh pusat maupun kabupaten. Bantuan berupa pemberian pendidikan dan pelatihan supaya para petani tambak makin terampil dalam budidaya ikan, di antaranya pelatihan budidaya udang, lele, bandeng dan gurame. Selain itu juga ada bantuan berupa benih dan pakan ikan. “Tujuannya untuk bisa memaksimalkan potensi di Kab Kendal dengan menggali sumber daya alamnya.  Harapannya agar petani tambak maupun nelayan bersinergi dengan kebijakan pemerintah, maka nelayan terjamin, hasil tambak melimpah. Gali potensi dengan optimal,”katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kendal Muh Toha mengatakan, akan meningkatkan potensi Pelabuhan Kendal, di antaranya dengan menambah jalur tujuan. “Penambaham rute atau jalur tujuan ini untuk menarik penumpang dari Kendal dan sekitarnya,”katanya.

Pelabuhan Kendal juga sedang dikembangkan  menjdi pelabuhan niaga. Targetnya di tahun 2018, pelabuhan niaga sudah bisa beroperasi. Pembangunan sudah dimulai dengan memperluas pelabuhan dan membangun sarana dan prasarana. Toha mengatakan, tahun 2017 ini pembangunan jalan dan kantor pelabuhan selesai, sehingga tinggal pengerukan dan penyelesaian proses pengoperasian. “Pembangunan pelabuhan ini harus ada dukungan dari provinsi dan pusat,”ucapnya.