Pabrik Gula Cepiring Dibuka untuk Tempat Wisata

Kawasan Pabrik Gula Cepiring dibuka untuk wisata

0
6732
Kawasan Pabrik Gula Cepiring sejak seminggu lalu dibuka untuk tempat wisata. Kondisi pabrik gula yang tak kunjung beroperasi dan beberapa bangunan kuno peninggalan Belanda lainnya menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung juga bisa menikmati teduhnya kawasan seluas 26 hektar karena banyak pohon besar yang bisa menangkal teriknya matahari. Kawasan juga dilengkapi dengan kolam renang, lapangan basket dan lapangan tenis. Beberapa lokomotif kuno yang terpajang bisa dimanfaatkan untuk berfoto.

Humas PT IGN Artur Alexander Thies mengatakan, kawasan pabrik gula ini mulai dibuka untuk tempat wisata sejak seminggu lalu. Pembukaan ditandai dengan berbagai lomba tradisional, lomba kicau burung dan hiburan musik dangdut. Dikatakan, sejak berhenti operasional akhir 2015,  pihaknya tidak ada pemasukan sehingga muncul ide membuka agro wisata untuk masyarakat umum. “Yang menangangi wisata ini ya para karyawan pabrik gula juga,”katanya.
Artur mengatakan, pabrik ini didirikan oleh Belanda sejak tahun 1835 yang masih terlihat jelas di cerobong yang menjulang tinggi. Beberapa  turis asing dari Belanda yang datang untuk napak tilas. Sebagian besar menanyakan dan melihat tempat leluhurnya tinggal atau bekerja. Selain wisata heritage, pihaknya juga menawarkan wisata edukasi bagi wisatawan yang ingin mengetahui proses pembuatan gula kristal. Harga tiket yang terjangkau, cukup Rp 5 ribu,  wisatawan bisa menikmati fasilitas tersebut.
“Jika Pabrik Gula Cepiring beroperasi lagi, wisata akan tetap berjalan, bahkan akan dilengkapi dengan fasilitas-fasi;itas baru, sehingga lebih menarik,”harapnya.