Pelajar di Kendal Rawan Narkoba

0
607

Pengguna narkoba di kalangan pelajar di Kab Kendal sudah sangat mengkhawatirkan. Hal ini sesuai data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal, berdasarkan hasil operasi maupun yang melaporkan diri ke kantor BNN Kendal. Kepala BNN Kendal Teguh Budi Santoso mengatakan, di tahun 2016 ada 25 orang. Jumlah tersebut termasuk kalangan pelajar. Tahun 2015 ada 12 kasus dengan 23 tersangka, dan tahun 2014 ada 13 kasus dengan 20 tersangka. “Jumlah kasus terbanyak di Kec Rowosari dari kalangan pelajar. Inilah diharapkan agar guru-guru lebih lagi mewaspadai siswanya,”harap Teguh saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di kantor BNN Kendal Minggu (26/6/2016).

Peringatan HANI tanggal 26 Juni tahun 2016 mengambil tema “Mendengar Suara Hati Anak-anak dan Generasi Muda merupakan Langkah Awal untuk Membantu Mereka Tumbuh Sehat dan Aman dari Penyalahgunaan Narkoba”. Teguh mengatakan, bahwa HANI diperingati sebagai wujud keprihatinan terhadap permasalahan narkotika. “Peringatan HANI merupakan momentum untuk mengingatkan bahwa narkotika merupakan momok yang menakutkan bagi bangsa Indonesia, karena kondisinya sudah sangat darurat narkoba,”tegasnya.

Karena itulah, BNN menggandeng masyarakat untuk memerangi narkoba. Utamanya untuk membentengi anak-anak dan generasi muda dari narkoba. Prioritas nasional, BNN sebagai leading sektor dalam menciptakan lingkungan bersih. Kasubag Umum BNN Kendal, Wahyu Ratriyani menambahkan, tiap hari di Indonesia ada 33 orang meninggal dunia akibat penyalahgunaan narkoba. Untuk itu Wahyu berharap kepedulian masyarakat, jika mengetahui tindakan penyalahgunaan di lingkungannya agar melaporkannya, sehingga bisa segera ditangani. “Kami harap kepada masyarakat untuk tidak cuek sehingga tidak sampai terjerumus lebih dalam,”harapnya.

Wahyu mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang besar untuk rehabilitasi gratis bagi pengguna atau pecandu narkoba. Pemkab Kendal telah menunjuk  RSUD dr Soewondo untuk rehab rawat jalan bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba. Bahkan mulai tahun 2017, mulai ada penguatan lembaga rehabilitasi berbasis masyarakat, melalui klinik-klinik dan Rumah Sakit Islam siap menerima rehab rawat jalan. “Jadi, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk berobat jika terlanjur kecanduan narkoba,”ujarnya.

Serangkaian acara untuk memperingati HANI tahun 2016, BNN Kendal mengadakan kegiatan, di antaranya Kampanye Stop Narkoba berupa penempelan stiker stop narkoba dan ajakan untuk berhenti menyalahgunakan narkoba di lembaga pemerintah, sekolah, perusahaan, pabrik, rumah makan, tempat ibadah, terminal, sarana olahraga dan tempat strategis lainnya. Melakukan pendampingan pembentukan kawasan bebas dari penyalahgunaan narkoba dan pembentukan kader anti narkoba di Kampung Anti Narkoba di Kelurahan Langenharjo. Juga mengadakan tes urine
warga, deklarasi dan pencanangan Kampung Anti Narkoba, loma yel-yel dan orasi anti narkoba bagi pelajar, serta ikrar komitmen tidak menyalagunakan narkoba di kalangan pejabat dan Forkompimda.