Pelaksanaan Tes Seleksi Perangkat Desa Tuai Protes

Pelaksanaan tes seleksi perangkat desa serentak di Kab Kendal mendapat protes dugaan kecurangan

0
1687
Pelaksanaan tes seleksi perangkat desa serentak di Kabupaten Kendal yang telah dilaksanakan pada Minggu (17/12/2017) banyak menuai protes. Pasalnya, dalam pelaksaan tes tersebut banyak terjadi kesalahan teknis maupun ketidaktertiban. Hal ini berdasarkan laporan dari para peserta kepada pihak desa. Karena itu Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Kendal menuntut tanggung jawab kepada Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jateng selaku penyelenggara tes seleksi. Bahkan mendesak dilakukan tes ulang terhadap seleksi perangkat desa tersebut.

Ketua Paguyuban Kades Kab Kendal, Bambang Utoro, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari sesama kades, banyak kesalahan teknis dalam pelaksanaan tes tersebut. Beberapa persoalan teknis itu antara lain, jam pelaksanaan tes mundur, komputer eror, nomor peserta ujian tidak sesuai, nilai tidak keluar, terdapat peserta yang meninggalkan ruangan dan kembali lagi lebih dari 30 menit. Selain itu disinyalir banyak nilai yang tertukar antar peserta dan jumlah soal yang tidak sama di antara peserta. “Kami menghendaki dilaksanakan tes ulang,’’ kata dia, Selasa (19/12/2017).
Kades Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Ali Muhtadi, menambahkan, tes yang dilakukan di SMA 2 Kendal, terdapat peserta yang mengikuti ujian susulan. Padahal seharusnya tidak ada ujian susulan. Selain itu, jumlah soal sesama peserta juga berbeda. ‘’Sebenarnya masih banyak kendala teknis yang terjadi ketika tes seleksi kemarin,’’ jelasnya.
Kasi Supervisi Mutu Pendidikan pada LPMP Jateng, Yuli Haryanto, mengatakan, pihaknya telah melaksanakan tes seleksi berdasarkan perda dan perbup tentang perangkat desa tersebut. ‘’Persoalan teknis yang terjadi juga telah diselesaikan saat itu juga antara peserta, LPMP dan panitia desa,’’ kata dia.
Sekda Kendal Moh Toha, mengatakan, pemkab telah membentuk tim untuk menyelidiki laporan tersebut. Tim tersebut akan memanggil pihak-pihak terkait seperti peserta yang mengadu, penyelenggara tes, hingga panitia penjaringan di tingkat desa. ‘’Semua akan dimintai keterangan oleh Inspektorat Kendal untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi di lapangan,’’ujarnya.