Pembacaan Puisi Warnai Sarasehan HUT Yayasan Cinta Dhuafa Kendal

Sarasehan HUT Yayasan Cinta Dhuafa Kendal 2019

0
902

Pembacaan puisi mewarnai acara sarasehan peringatah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Yayasan Cinta Dhuafa Kendal (YCDK) yang digelar di halaman kantor Sekretariat YDCK di Desa Rejosari Kecamatan Ngampel, Minggu (21/7/2019). Puisi yang berisikan tentang kasih sayang orang tua terhadap anak dan kesalehan anak terhadap orang tua dibaca oleh pengurus YDCK, Farhan Satria yang dibaca dengan penuh perasaan, sehingga membuat orang-orang yang hadir ikut meneteskan air mata. Selain Farhan, ternyata beberapa tamu undangan ikut membaca puisi, di antaranya Camat Weleri Dwi Cahyono dan Nina Dewi, pengasuh Sekolah Luar Biasa Mutiara Bangsa Patean.. Bahkan Gus Basyar yang memberikan tausiyah juga ikut menyelipkan puisi di tengah-tengah ceramahnya.

Yayasan Cinta Dhuafa Kendal yang sudah lima tahun menjalankan amanahnya, membantu anak-anak yatim piatu dan dhuafa agar tetap semangat bersekoh. YDCK kini memiliki anak asuh sebanyak 450 lebih yang tiap bulannya menerima santunan rutin sebesar Rp. 100 ribu. Program lainnya tiap tahun, YDCK juga memberikan bantuan sepatu gratis kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Selain itu pada momen-momen tertentu YDCK juga memberikan santunan, seperti pada bulan Syuro, bulan suci Ramadhan dan lainnya. Di YDCK juga ada program Khitan Ceria yang memberikan pelayanan khitan gratis kepada siapa saja yang membutuhkan. Sesekali YDCK juga mengajak anak-anak asuhnya mengajak anak-anak asuhnya auntuk menikmati rekreasi di tempat wisata.
Ketua YDCK, Budi Raharjo mengatakan, peringatan HUT YDCK digelar secara sederhana bersama-sama anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Selain mengundang pejabat terkait dan tokoh masyarakat, juga mengudang beberapa komunitas peduli sosial yang ada di Kabupaten Kendal. “Acara HUT YDCK ini memberikan santunan kepada 35 anak yatim piatu dan dhuafa di sekitar sini, intinya kami berbagi kasih sayang dan memberikan hiburan,” katanya.
Hiburan segar dipersembahkan oleh Band Tentrem dari Kaliwungu yang sering mengiringi ceramah Gus Basyar. Lagu-lagu religi dan sholawat yang didendangkan menjadi selingan GUs Basyar kala memberikan ceramah. “Seperti Walisongo yang berdakwah melalui lagu-lagu yang diselipkan dalam pagelaran wayang kulit, sehingga pesan yang disampaikan mudah diterima oleh masyarakat. Maka kami mencoba melalui lagu-lagu religi dan sholawat ini, pesan yang disampaikan melalui lagu akan mudah dimengerti yang harapannya bisa diamalkan,” ujarnya.
Gus Basyar, yang juga penasihat YDCK berpesan kepada semua relawan atau aktivis YCDK supaya terus aktif menjalankan tugas mulia, yaitu membantu anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Dikatakan, bahwa siapa yang menabur kebaikan, maka akan dibalas dengan kebaikan, atau siapa yang suka menolong, maka akan ditolong. “Teruslah berbuat kebaikan, karena akan menghasilkan kebaikan,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.