Penutupan Pasar Hewan di Kendal Diperpanjang

Penutupan Pasar Hewan di Kendal Diperpanjang

0
111

Swarakendal.com : Pemerintah Kabupaten Kendal memperpanjang penutupan semua pasar hewan di wilayah Kendal sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini disampaikan Bupati Kendal Dico M Ganinduto, usai Rakor Antisipasi PMK bersama jajaran Forkopimda dan seluruh stakeholder, Kamis (23/6/2022). Rakor digelar di Ruang Ngesti Widhi Kantor Bupati bersama OPD terkait, seluruh camat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

“Pasar hewan masih tutup sampai waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.

Bupati Dico mengatakan, antisipasi terhadap penyebaran PMK terus dilakukan dan sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat harus mengetahui, bahwa hewan yang terpapar PMK masih aman dikonsumsi, tetapi bagian tertentu seperti kuku dan saluran pencernaan tidak boleh dikonsumsi. Pastikan pula untuk hewan yang terpapar PMK harus dipisahkan dengan yang lain atau diisolasi.  “Sudah diidentifikasi hewan yang terpapar PMK sekitar 500 ekor akan diisolasi supaya tidak menyebar lebih luas lagi,” tandasnya.

Dikatakan, Pemkab Kendal juga sudah berupaya memberikan suplemen dan vitamin sesuai kemampuan. Sementara ini masih menunggu bantuan vaksin dan obat-obatan dari pemerintah pusat dan provinsi. “Bantuan vaksin maupun vitamin sampai saat belum ada,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, bahwa wilayah Kendal sudah zona merah penyebaran PKM, karena yang terpapar hampir 700 hewan. Namun kondisinya semakin menurun, dari semula berada di 15 kecamatan, sekarang hanya 9 kecamatan dan hanya di 43 desa. “Jadi yang 11 kecamatan itu aman dari PMK,” ujarnya. 

Pandu mengatakan, tingkat kesembuhan hewan yang terpapar PMK di Kabupaten Kendal cukup tinggi dibandingkan daerah lain. Saat ini yang masih positif PMK tinggal sekitar 500 hewan atau yang sudah sembuh hampir 300 hewan. Angka kematian juga sangat rendah dan hewan yang disembelih paksa karena terpapar PMK juga sangat rendah, tidak mencapai 10 ekor. “Mudah-mudahan semakin menurun,” harapnya.

Dikatakan, saat ini masih menunggu bantuan vaksin dari pemerintah. Vaksin yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah populasi yang ada tanpa kecuali atau sekitar 20 ribu dosis, meliputi sapi, kambing, domba dan kerbau. 

Pandu menyarankan, bagi masyarakat yang akan mencari hewan kurban supaya mencari informasi dulu ke Dinas Pertanian dan Pangan Kendal untuk mengetahui wilayah yang aman dari PMK. “Kalau mau beli hewan kurban supaya tahu sumber hewan kurban itu dari mana,” katanya. 

Ditegaskan, pasar hewan di Kabupaten masih ditutup sampai dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan. “Pasar hewan masih ditutup, karena sifatnya situasional, melihat situasi dan kondisi,” pungkasnya.