Pertama Kali Lomba Burung Berkicau di Kendal dengan Gantangan Elektrik

Pertama Kali Lomba Burung Berkicau di Kendal dengan Gantangan Elektrik

0
112

Swarakendal.com : Ratusan buruh berkicau berbagai jenis meramaikan Lomba Burung Berkicau Kapolres Kendal Cup 2022 yang digelar di Stadion Utama Kendal, Minggu (26/6/2022). Peserta dari berbagai daerah, di antaranya Semarang, Batang, Temanggung, Bekasi Jawa Barat, Jawa Timur, hingga luar Jawa. 

Ketua Penyelenggara Lomba, Alfebian Yulando mengatakan, kelas burung berkicau yang dilombakan terdiri dari 41 sesi untuk berbagai jenis burung ocehan, seperti burung murai batu, cucak hijau, kacer, murai Borneo, pleci, anis merah, sogok ontong, dan lainnya. Total mencapai 2.000 lebih gantangan. Lomba ini menggunakan gantangan elektrik, sehingga akan memberikan edukasi supaya membiasakan hidup tertib dan tepat waktu. “Menariknya lomba kali ini menggunakan gantangan elektrik, dan ini yang pertama kali di Kendal,” katanya.

Febi mengatakan, kegiatan lomba ini mewakili seluruh lapisan masyarakat pecinta burung berkicau, dengan harga tiket lomba mulai 30 ribu sampai 2,5 juta. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi sesama pecinta burung berkicau. “Dengan lomba berbagai kelas ini tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi semua pecinta burung berkicau,” tandasnya.

Kasat Intelkam Polres Kendal, AKP Edi Sudarmono, mewakili Kapolres Kendal mengatakan, kegiatan ini untuk memeriahkan HUT ke-76 Bhayangkara Polres Kendal. Tujuannya untuk merangkul mengakomodir para pecinta burung berkicau dengan kegiatan yang positif supaya tidak memiliki pola pikir yang negatif. “Dengan kegiatan yang positif ini, maka memiliki pola pikir yang positif, sehingga akan selalu tercipta situasi Kendal yang aman dan tenteram,” harapnya.

Hadiah yang disediakan, selain untuk para juara berupa piala, piagam dan uang pembinaan, juga ada hadiah doorprize, berupa sepeda motor, sepeda gunung, kulkas dan lainnya. 

Peserta dari Semarang, Ivan mengikutkan burung kolibri raja yang pernah meraih juara 1 Piala Jateng 3 di Klaten. Burung kolibri yang sudah dirawat sekitar tiga tahun itu pernah laku dibeli orang seharga Rp 6 juta. Pada lomba kali ini satu ekor burung kolibri mengikuti 2 kelas lomba. “Kalau di rumah punya koleksi murai batu, tetapi kalau untuk lomba, sementara ini fokus jenis kolibri,” katanya.