Perusahaan Makanan CV Makmur Abadi Laporkan Oknum Karyawan yang Diduga Gelapankan Produk Makanan Senilai Rp. 1 Miliar lebih

Perusahaan makanan CV Makmur Abadi laporkan oknum karyawan yang diduga melakukan penggelapan produk makanan

0
878
Oknum karyawan perusahaan makanan CV Makmur Abadi diduga melakukan penggelapan produk makanan, yang menyebabkan kerugian  hingga satu miliar lebih. Pihak perusahaan melalui kuasa hukumnya pun telah melaporkan ke Polres Kendal. Kuasa hukum perusahaan pada Selasa (12/5/2020) mendatangi Polres Kendal untuk menindaklanjuti Surat Pemberitahuan Perkembangan Perkara (SP2P) yang dikeluarkan penyidik/penyelidik Sat Reskrim Polres Kendal atas kasus tersebut.

Kuasa Hukum Distributor Makanan CV Makmur Abadi, Agung Widodo mengatakan, penggelapan produk makanan yang diduga dilakukan oleh karyawan itu dengan modus memalsukan nota dan delivery order (DO) perusahaan.  Akibatnya, CV Makmur Abadi  yang berkantor di Kendal dan berpusat di Kawasan  Industri Candi  27/9a no.10  menderita kerugian sebesar Rp 1.096.961.000.  Pihaknya berharap kasus tersebut dapat segera diungkap.   “Saya ucapkan terima kasih kepada Polres Kendal yang telah menangani pengaduan tentang peristiwa hukum yang dialami klien kami CV Makmur Abadi, dengan baik di tengah pandemi Covid-19 ini,” ucapnya.
Agung Widodo mengungkapkan, ia  datang ke Polres Kendal untuk menyerahkan hasil audit internal yang dilakukan admin penjualan dan penagihan yang berdasarkan SP2HP/70/IV/2020 Reskim serta surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sp.lidik/114/IV/2020/Reskim tanggap 07 April 2020. Dalam audit itu, pihaknya mempunyai bukti-bukti dalam kasus dugaan penggelapan tersebut. “Kami berharap para pelaku penggelapan produk makanan perusahaan dapat diungkap. Siapa yang bersalah harus menerima akibatnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Agung Widodo  mengapresiasi kinerja  Sat Reskrim Polres Kendal yang telah menidaklanjuti pengaduan kasus dugaan penggelapan produk makanan tersebut yang ditangani oleh Penyidik/Penyelidik Unit IV  Sat Reskrim. Dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan, bahwa Unit IV Sat Reskrim  telah melakukan gelar awal atas pengaduan. Pihaknya juga telah memintai keterangan klarifikasi pihak-pihak terkait. “Sebagai kuasa hukum klien, kami berharap proses ini dapat berjalan dengan cepat hingga ke meja hijau, P21, dan ada proses penuntutan dan keadilan,” tukasnya.