Politeknik Industri Furniture mulai Dibangun di KIK

Pemancangan tiang pancang pembangunan Politeknik Industri Furniture di KIK

0
1734

Di Kawasan Industri Kendal (KIK) bakal berdiri Politeknik Industri Furniture. Pemancangan tiang pancang pertama pembangunan gedung kampus berlantai 4 tersebut dilakukan pada Selasa 10 Oktober 2017. Targetnya di tahun 2018 sudah mulai beroperasi untuk mahasiswa angkatan pertama.

Kepala Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian Moedjiyono mengatakan, kampus ini sebagai pusat pendidikan dan pelatihan untuk mendukung sumber daya manusia yang ada di sekitar kawasan. Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan industri melalui penyediaan tenaga kerja yang kompeten, memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja  industri di kawasan, sebagai pusat inovasi dan pelatihan atau penelitian untuk pengembangan industri yang ada di kawasan.

Dikatakan, sistem  pendidikannya menggunakan model Eropa negara swiss  yaitu lebih banyak prakteknya. Perguruan Tinggi ini nantinya akan memberikan beasiswa secara terikat dengan pelaku industri sampai penempatan kerja. Sebagai bukti kerja sama, pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Kerjasama antara  Sekjen Kementerian Perindustrian dengan Ketua Himki dan 10 pelaku industri. “Politeknik ini adalah milik assosiasi dan pemerintah hanya memfasilitasi, sehingga tanpa ada dukungan dari pemerintah, maka Politeknik ini tidak akan  berdiri,”ujarnya.

Ketua Himki, Soenoto mengatakan, Politeknik ini untuk menyiapkan tenaga terampil di bidang furniture di kawasan atau sebagai pusat penyedia tenaga kerja furniture, juga sebagai pusat inovasi dan teknologi furniture. Dikatakan, saat ini Indonesia baru bisa mengekspor furniture senilai 2,5 US dolar, padahal targetnya mencapai 5 US Dolar. “Jadi, peluang industri furniture sangat besar,”ucapnya.

Politeknik ini ada 3 jurusan, yaitu jurusan industri, desain, an bisnis. Ruang kelas dan gedung rektorat 4 lantai, 3 ruang workshop dan showroom, serta laboratorium pengujian produk. Direktur KIK Hyanto Wihadi mengatakan, saat ini progres KIK sudah bergabung 32 perusahaan dari 7 negara. Sudah ada 10 perusahaan yang siap menyerap tenaga kerja.  “Kerjasama ini diharapkan dapat mewujudkan KIK sebagai kawasan strategi nasional dan membantu pembangunan di Kab Kendal,”harapnya.

Bupati Kendal dr Mirna Annisa berharap, Kendal bisa menjadi kawasan ekonomi handal, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk pembangunan politeknik ini, Pemkab siap menyediakan lahan sekitar 30 hektar. “Semua yang dilakukan ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat,”katanya.