Ponpes Al Musyaffa’ Sudipayung Cek Kesehatan Para Santri yang akan Pulang ke Kampung Halaman

Ponpes Al Musyaffa' Sudipayung Cek Kesehatan Para Santri yang akan Pulang ke Kampung Halaman

0
943

Para santri di Pondok Pesantren Al Musyaffa’ di Dusun Kampir Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal yang akan pulang ke kampung halaman terlebih dulu diperiksa kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan para santri ini dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kendal yang mendatangi ponpes tersebut, Senin (30/03/2020). Pemeriksaan meliputi pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah. Selain itu santri juga ditanya tentang kondisi tubuh yang dialami saat ini.

Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit pada Dinkes Kendal, Muntoha mengatakan, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan santri yang akan pulang kampung halaman kondisinya benar-benar sehat. Hal ini terutama untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona. “Pemeriksaan ini sebagai langkah preventif untuk mengatisipasi penyebaran Virus Corona,” katanya.
Pengurus Ponpes Al Musyafa’, Muhammad Lucky Misbahul Huda mengatakan, jumlah santri di Ponpes Al Musyafa’ sebanyak 1.690 orang, yang terdiri dari 871 santri putra dan sisanya santri putri. Para santri tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi banyak yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan dari luar Jawa, seperti Sumatera. Sesuai jadwal, mulai 31 Maret 2020, Ponpes Al Musyafa’ meliburkan seluruh santrinya sampai menjelang bulan Ramadan. Oleh karena itu sebagian besar santri memilih pulang kampung untuk menikmati masa liburnya. “Liburnya sekitar satu bulan, mulai Selasa besok, setelah acara Akhirussanah, dan awal Ramadan sudah masuk kembali,” katanya.
Dikatakan, untuk menjaga dari penularan Virus Corona, pihak Ponpes melarang santrinya pulang kampung menggunakan angkutan umum. Oleh karena itu, bagi santri yang tidak dijemput oleh keluarganya, maka akan diantar menggunakan transportasi yang sudah disediakan oleh pihak ponpes. Pihak ponpes hanya mengantar para santri yang tinggal di Jawa Tengah, seperti Tegal, Brebes, Pekalongan, Pemalang dan daerah lainnya. Sedangkan santri yang tinggal di Jawa Barat, Jawa Timur dan luar Pulau Jawa, maka disarankan untuk tidak pulang kampung atau pulang ke tempat saudaranya yang berada di Jawa Tengah. “Di pondok sini ada 2 bus dan 11 mobil pribadi yang akan digunakan untuk mengantar para santri ke kampung halaman,” jelasnya.