Presiden Jokowi dan PM Singapura Resmikan KIK

0
582

Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsein Loong Senin (14/11/2016) sore meresmikan Kawasan Industri Kendal. Dihadiri para menteri dari kedua negara, duta besar, Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Bupati dan Wakil Bupati Kendal serta para kepala daerah di Jateng.

Presiden Jokowi dalam sambutannya menekankan agar para investor berkomitmen untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama masyarakat Kendal dan Jawa Tengah.  Pesan ini disampaikan berulang oleh Jokowi. “Saya tekankan lagi kepadasemua investor agar berkomitmen untuk memberikan manfaat kepadamasyarakat,”tegasnya.

Presiden Jokowi mengatakan, bahwa membangun kawasan inudtri merupakan ikon baru dalam kerjasama, karena memberi manfaat yang besar bagi masyarakat, seperti lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. untuk itu, pemerintah memberikan kebijakan untuk mendorong investasi dan pemerintah akan mendukung dan memberikan solusi yang terbaik dengan membangun infrastruktur, ketersediaan air dan sanitasi, gas, listrik, bahkan membantu proses penyediaan lahan. “Pemerintah juga siap dalam hal SDM atau tenaga kerja,”katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, bahwa KIK merupakan kawasan strategis nasional, karena berada di jalur pantura, dekat pelabuhan dan bandara. Prinsipnya, Gubernur Ganjar siap mendukung berdirinya KIK. Sakah satunya dengan menyediakan tenaga kerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan KIK. Untuk itu akan dilakukan kerjasama melalui BLK dengan mengadakan pelatihan untuk kebutuhan tenaga kerja yang terdidik dan terampil. “Pemprov Jateng akan memberikan pelayanan perizinan yang mudah dan murah melalui pelayanan satu atap supaya banyak investor yang masuk,”harapnya.

Dirut PT Jababeka Setiyono Djuandi Darmono mengatakan, pembangunan KIK tahap pertama seluas 860 hektar ditargetkan 3 sampai 5 tahun ke depan sudah habis. Diperkirakan bisa menyerap sekitar 500 ribu tenaga kerja. Padahal lahan yang disediakan KIK seluas 2.700 hektar. Tebntunya akan banyak menyerap tenaga kerja yang lebih besar lagi. “Diperkirakan 10 tahun ke depan bisa terbangun sekitar 300 pabrik, dengan nilai investasi sebesar 130 triliun,”katanya.

Dikatakan, KIK merupakan kawasan industri yang terintegrasi, yang meliputi perumahan, perdagangan, pendidikan, hburan, sehingga akan menjadi kota mandiri. “Investor yang sudah siap menanamkan modalnya di antaranya dari Inggris, jepang, China, Kore dan Thailand,”ujarnya