Program SMS Bunda di Kendal belum Jalan

0
735

‪Program SMS Bunda yang sudah dilaunching di Kendal pada 11 September 2015 lalu ternyata belum berjalan. Padahal saat launching sekaligus sosialisasi diikuti para dokter dan bidan, baik perwakilan dari Dinas Kesehatan, rumah sakit dan Puskesmas. Launching juga dilakukan secara resmi di Aula Gedung C Setda Kendal oleh Plh. Sekda Kendal, mewakili Bupati Kendal.

Launching diprakarsai oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) JH Piego. Ketua AJI Semarang, Muhammad Rofiudin mengatakan, program SMS Bunda merupakan layanan program pesan singkat (SMS) yang memberikan informasi atau tips kesehatan seputar kehamilan dan persalinan tanpa dipungut biaya alias gratis, yang tujuannya untuk menyiapkan kesehatan ibu-ibu hamil yang akan melahirkan agar tetap sehat dan selamat ketika menjalani persalinan. “Program SMS Bunda ini sebagai ikhtiar untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak yang masih sangat tinggi di Jawa Tengah,” tukasnya.

Tidak berjalannya program SMS Bunda di Kendal diketahui dari beberapa kelompok Ibu-ibu hamil yang ternyata tidak mengetahui sama sekali tentang SMS Bunda. Seperti Kelompok Ibu Hamil (Bumil) di RW 2 Desa Bulugede Kec Patebon, satu pun tidak tahu tentang SMS Bunda. Padahal kelompok Bumil itu tiap bulan mengikuti Kelas Bumil yang diadakan oleh Bidan Desa setempat. Kelas Bumil ini sama dengan Posyandu, tetapi khusus bagi ibu-ibu hamil. Seperti pada Selasa (9/8/2016) diadakan kegiatan Kelas Bumil di rumah kepala desa yang diikuti ibu-ibu hamil dengan didampingi Kader Posyandu, Sri Temu.

Bukan hanya ibu-ibu hamil yang belum mengerti tentang program SMS Bunda, tetapi Kader Posyandu, Sri Temu, selaku pendamping Kelompok Bumil juga belum mengerti tentang Program SMS Bunda. “Belum tahu tentang SMS Bunda. Sepertinya Bu Bidan belum pernah memberitahu,”katanya.

Bidan Wiwik juga mengakui, jika selama ini belum pernah memberitahu kepada ibu-ibu hamil tentang program SMS Bunda. Bahkan Bidan Wiwik sendiri belum memahami tentang Program SMS Bunda.  Namun Bidan Wiwik pernah mendengar tentang Program SMS Bunda. “Pernah mendengar tentang SMS Bunda, tapi nomor operator SMS-nya lupa. Nanti akan saya tanyakan lagi ke Puskesmas,”ujarnya.

Koordinator Bidan Puskesmas Patebon 02, Sumirih ternyata juga belum mengerti betul tentang SMS Bunda. Dia mengaku ketika ada launcing SMS Bunda tidak hadir, tetapi diwakilkan kepada bidan lain. Namun, menurutnya, bidan tersebut ketika ditanya juga tidak memberikan penjelasan yang lengkap tentang Program SMS Bunda. “Saya cuma dikasih semacam Kartu Nama, kok pakai nama saya, bilangnya dikasih panitia,”kata Bidan Sumirih saat kegiatan Kelas Bumil di Desa Lanji, Sabtu (20/8/2016).

Sebelumnya, Kasi Kesehatan Keluarga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dr Nancy Wardani saat ditemui di kantornya Senin (6/6/2016) mengaku belum melakukan kegiatan sosialisasi tentang Program SMS Bunda. Dokter Nancy berharap, ada kegiatan sosialisasi, terutama kepada semua bidan, supaya memahami betul tentang manfaat Program SMS Bunda. “Ini perlu ada sosialisasi lagi, supaya Program SMS Bunda ini bisa berjalan,”harapnya.

Untuk lebih memastikan lagi, ternyata dari beberapa ibu hamil yang ditanya tentan SMS Bunda, semunya mengaku belum mengetahui tentang SMS Bunda. Salah satunya, Anita, ibu hamil warga Kelurahan Kebondalem Kec Kendal, juga tidak tahu tentang SMS Bunda. Padahal tiap hari selalu membawa HP. “Belum ikut Program SMS Bunda, pernah dengar, tapi belum jelas”katan Anita, Kamis (25/8/2016).