Ribuan Hektar Tanaman Padi di Kendal Kena Banjir

Tanaman padi di Kendal banjir

0
420

Swarakendal.com : Ribuan hektar tanaman padi di wilayah Kendal terkena banjir yang terjadi pada Sabtu lalu. Sebagian besar terkena banjir selama tiga hari, namun sebagian ada yang masih terendam banjir hingga hari ini. Banjir terjadi di beberapa kecamatan di wilayah Pantura Kendal, seperti Kecamatan Rowosari, Weleri, Cepiring, Pegandon, Patebon, Kendal, Brangsong dan Kaliwungu, Ringinarum, Ngampel, dan Kaliwungu Selatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, luas total tanaman padi yang terkena banjir sekitar 2.597 hektar, dengan umur rata-rata 5 hari sampai 30 hari. Sementara ini belum diketahui dampak akibat terendam banjir, karena masih dalam pemantauan.

“Banjir kali ini airnya jernih, karena dari curah hujan yang tinggi, sehingga tidak mengganggu tanaman padi. Tapi, jika banjir terlalu lama, bisa mempengaruhi pertumbuhan benih padi,” katanya, Rabu (4/1/2022).

Jika ada tanaman padi yang mati akibat terkena banjir, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi supaya bisa memberikan bantuan dari cadangan benih dari pemerintah. Jika cadangan benih di provinsi habis, maka akan minta bantuan dari pemerintah pusat. “Kami upayakan, nanti berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Kementerian Pertanian, kami mintakan benih padi cadangan pemerintahan untuk diberikan kepada petani yang terkena banjir,” katanya.

Nur Kasan, petani di Kecamatan Kendal mengatakan, sedikitnya, tanaman padi yang terendam di Kecamatan Kendal sekitar 21 hektar. Menurutnya, tanaman padi bisa terselamatkan, karena hanya beberapa hari terendah banjir. Namun jika ada tanaman padi yang mati, maka ia berharap bisa mendapatkan bantuan benih dari pemerintah. “Harapannya ya kalau ada padi yang rusak ya minta bantuan benih,” harapnya.

Selain tanaman padi, yang ikut terendam banjir di antaranya jagung dan kangkung, namun hanya sedikit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.