RSUD dr. Soewondo Kendal Sosialisasi Program Rumah Sakit tanpa Dinding di CFD Stadion Utama Kendal

RSUD dr. Soewondo Kendal Sosialisasi Program Rumah Sakit tanpa Dinding di CFD Stadion Utama Kendal

0
640
Car Free Day (CFD) yang digelar di Stadion Utama Kendal pada Minggu (6/4/2019) tidak hanya untuk promosi produk UMKM dan hiburan, tapi juga untuk dimanfaatkan sosialisasi dan penyuluhan dari beberapa instansi. Seperti yang dilakukan oleh RSUD dr. Soewondo Kendal yang membuka stand untuk sosialisasi Program Rumah Sakit tanpa Dinding.
Pelayanan yang diberikan di stand RSUD dr Soewondo yaitu pemeriksaan status gizi anak dan konsultasi gizi untuk mencegah stanting pada anak. Pelayanan yang diberikan di antaranya konsultasi gizi, timbang badan dan ukur tinggi badan bagi anak di bawah usia dua tahun. “Pada CFD kali ini adalah edukasi untuk cegah stanting, karena cegah stanting saat ini merupakan program nasional, sehingga rumah sakit harus ikut membantu program pemerintah untuk mengatasi stanting,” kata Wadir Pelayanan RSUD dr H Soewondo Kendal dr Rohmat.
Dijelaskan, bahwa Program Rumah Sakit tanpa Dinding merupakan program unggulan dari Gubernur Jawa tengah dalam pelayanan kesehatan, mulai kuratif, prefentif, promotif dan rehabilitatif. Keempat program tersebut harus sinergi. “Selama ini RS fokusnya hanya di program kuratif atau pengobatan, padahal RS memiliki SDM yang banyak dan mumpuni dalam ilmunya. Oleh karena itu harus dimanfaatkan untuk menggarap pelayanan lainnya, seperti preventif dan rehabilitatif. “Keempat program tersebut tidak boleh ada sekat atau dinding lagi, Inilah yang dimaksud RS tanpa dinding,” jelasnya.
Dokter Rohmat mengatakan, dalam Program Rumah Sakit tanpa Dinding, rumah sakit harus aktif mendekat atau turun ke masyarakat untuk memberikan program promotif dan prefentif. Selain sosialisasi atau memberikan penyuluhan, juga untuk untuk mencari kasus-kasus penyakit yang dialami oleh warga yang nantinya akan dicarikan problem solvingnya. “Pihak rumah sakit akan turun ke masyarakat guna menemukan orang-orang yang menderita penyakit, seperti TB Paru atau anak yang mengalami gangguan gizi atau penyakit lainnya, sehingga bisa segera ditangani,” ujarnya.
Dikatakan, dalam Program RS tanpa Dinding nantinya pihak rumah sakit akan bekerjasama dengan puskesmas untuk turun menjangkau masyarakat. Sebenarnya program preventif dan kuratif sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, sehingga rumah sakit hanya berusaha membantu untuk program preventif dan promotif. “Rumah sakit membantu Dinas Kesehatan supaya upaya penanggulangan terhadap kasus-kasus penyakit di masyarakat lebih cepat ditangani,” katanya.