Sarasehan Budaya Ngrawat Laut Ngrumat Bumi Noto Lemah Kendal

0
572

Kyai Budi Harjono, narasumber dalam Sarasehan Budaya bertema  Ngrawat Laut Ngrumat Gunung Noto Lemah Kendal membagikan bibit tanaman dan caping. Dalam Sarasehan Budaya yang diadakan di Cafe Jakerham Kaliwungu Selasa (5/4/2016), Kyai Budi yang juga Budayawan Lintas Agama asal Meteseh Semarang memberikan bibit pohok kepada Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur yang juga sebagai narasumber disertai dengan pemakaian caping. Bibit pohon dan caping juga diberikan kepada moderator Kartika Nursapto, pembawa acara dan para pengisi acara hiburan.

Kyai Budi mengatakan, pemberian bibit pohon dan caping hanya sebagai simbolik agar bersama-sama peduli dan menjaga lingkungan. “Ini adalah bentuk sosialisasi Green, dan Indonesia dengan perpaduan gunung dan laut menjadi pilot projek dunia untuk menjaga lingkungan.”katanya.

Kyai Budi mengatakan, membangun manusia supaya mempunyai jiwa. Pemerintah pun dalam membangun harus mempertimbangkan kejiwaan. Artinya, dalam  membangun adalah pembangunan manusia yang seutuhnya. “Membangun harus mempertimbangkan kepentingan kejiwaan,”katanya.

Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur mengatakan, dalam membangun harus mempunyai konsep dengan baik. Semua dilakukan untuk kepentingan hidup. Pembangunan fisik tidak asal membangun, tapi harus ada sentuhan budaya dan kejiwaan. Sentuhan kejiwaan dan kerohanian harus ada. “Istilahnya, membangun manusia seutuhnya.”ujarnya.

Wabup Masrur mengatakan, pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan, yang terpenting adalah harus didasari dengan tujuan yang tulus untuk kebaikan. Membangun bukan sekedar melaksanakan proyek, tapi harus melihat kemanfaatan bagi masyarakat. “Aspek manfaat dan madharatnya harus diperhatikan.”katanya.