Satpol PP Kendal Tertibkan PKL di Weleri

0
587

Petugas Satpol PP Kendal, Senin (26/9/2016) melakukan penertiban penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Weleri. Penertiban ini tindak lanjut dari sosialisasi yang dilakukan bersama paguyuban PKL di Kecamatan beberapa waktu lalu.

Kasatpol PP Kendal, Toni Ari Wibowo, mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu bersama Forkompincam Weleri telah memanggil para PKL yang tergabung dalam 4 paguyuban. Mereka disosialisasikan agar tidak membuat lapak permanen maupun semi permanen di atas trotoar. Para pedagang masih diperbolehkan berjualan asalkan bersedia membongkar lapaknya usai berdagang.

“Sebenarnya, PKL tidak boleh berjualan di trotoar, namun Pemkab Kendal masih memperbolehkan mereka berdagang dengan catatan, mereka bersedia melakukan bongkar pasang lapaknya. Sebagai bukti keseriusan kegiatan penertiban PKL di Weleri ini, dua lapak pedagang kami bongkar. Lapak tersebut berada di trotoar dan terlihat sudah lama tidak digunakan oleh pedagangnya,” ujarnya.

Kasatpol Toni mengatakan, sesuai Perda, PKL hanya boleh berjualan mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Faktanya masih banyak PKL yang berjualan di siang hari. Permasalahan waktu berdagang ini juga mungkin masih harus dikaji kembali atau dicarikan solusi lain seperti mencarikan lahan yang memungkinkan untuk berkumpulnya PKL di suatu tempat. Sehingga mereka masih dapat berdagang tanpa mengganggu kepentingan umum yang lainnya.

“Ini hanya pembinaan, yang sebelumnya sudah ada sosialisasi atau pemberitahuan. Penertiban ini untuk menjaga Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3) di Weleri, agar terlihat rapi dan tidak terkesan kumuh,” tambahnya.

Dikatakan, Satpol PP juga telah melaksanakan sosialisasi kedua dengan mendatangi para pedagang secara langsung, mendatanya, dan meminta membuat pernyataan kesanggupan untuk membongkar lapaknya. Mereka diberikan batas waktu lima hari untuk membongkar lapaknya sendiri atau dibantu pembongkarannya oleh petugas Satpol PP.

“Ternyata masih ada yang belum membongkar lapaknya, dengan alasannya sedang membuat lapak model bongkar pasang, namun belum jadi. Kami beri waktu, jika tidak, maka kami lakukan pembongkaran pada 1 Oktober mendatang, dilakukan dengan koordinasi bersama dinas-dinas terkait, termasuk Forkompincam Weleri,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Weleri, Marwoto, mengatakan, agar dinas-dinas terkait mampu memberikan solusi lanjutan agar wilayah Weleri dapat tertata dengan baik. Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar peran paguyuban kembali diaktifkan sehingga komunikasi dengan PKL dapat terjalin dengan baik.

“Kami sangat mengharapkan perhatian dari Pemkab, agar melakukan kajian-kajian guna penataan wilayah Weleri menjadi lebih baik dan teratur. Kami bersyukur, para PKL melalui paguyuban telah bersedia diatur dan ditertibkan, sehingga mereka mau membenahi lapak-lapaknya,” ujarnya.