Sebanyak 166 Bidang Lahan yang Terkena Proyek Tol Batang-Semarang belum Dieksekusi

Eksekusi lahan proyek tol di Kendal terus berjalan

0
769

Sebanyak 166 bidang dari jumlah total 540 bidang lahan yang terkena proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang di wilayah Kabupaten Kendal hingga kini belum dieksekusi. Hal ini disampaikan Panitera Pengadilan Negeri Kendal, H. Soedi, SH MH saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/5/2018). Namun dari lahan yang sudah dieksekusi, belum semua uang konsinyasi yang dititipkan di PN Kendal diambil oleh pemiliknya. “Uang konsinyasi yang sudah diambil sebanyak 374 bidang,”katanya.

Sementara dari total 166 bidang tanah yang belum dilakukan eksekusi, sekitar 156 bidang berupa lahan. Soedi juga mengatakan dalam waktu dekat akan dilakukan pengeksekusian 10 bidang tanah, 2 di antaranya berupa rumah. “Yang 10 bidang itu,  permohonan eksekusi dari PPK, baru diajukan tanggal 26 April lalu,”katanya.


Soedi mengatakan, jumlah total uang konsinyasi yang dititipkan di PN Kendal sekitar Rp 168 miliar. Yang sudah diambil oleh pemiliknya sekitar Rp 99 miliar, sehingga masih ada sekitar Rp 68 miliar yang belum diambil oleh pemiliknya. Dikatakan, uang konsinyasi diberikan kepada pemiliknya secara utuh atau tanpa ada potongan sama sekali. Uang konsinyasi harus diambil sendiri oleh pemilikinya atau lewat kuasa hukum dengan membawa surat kuasa. “Pengambilan uang konsinyasi di pengadilan ini berupa cek dan setiap pengambilan akan difoto sebagai bukti nyata telah mengambil,”jelasnya.
Terkait dengan eksekusi, Soedi menjelaskan, bahwa pelaksanaan eksekusi itu atas permohonan dari pihak PPK. Biasanya 10 hari sebelum dilakukan eksekusi atau minimal tiga hari sebelum pelaksanaan eksekusi, pihak pengadilan telah memberitahukan kepada pemiliknya. “Kami datang langsung ke pemiliknya untuk memberitahukan akan adanya ekesekusi,”katanya.