Sebanyak 6 SMP Negeri di Kendal sudah Ajukan Proposal untuk Pembelajaran Tatap Muka

0
291

Sebanyak 6 sekolah di Kabupaten Kendal sudah memberikan proposal syarat pengajuan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal. Keenam sekolah tersebut, yakni SMPN 2 Brangsong, SMPN 1 Brangsong, SMPN 2 Boja, SMPN 3 Patebon, SMPN 2 Cepiring, dan SMPN 2 Gemuh. 

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, keenam SMP sudah dilakukan verifikasi ulang proposal dan visitasi lapangan untuk menentukan kelayakan sekolah membuka KBM tatap muka. Bagi sekolah yang layak dengan memenuhi prosedur kelengkapan kesehatan akan direkomendasikan ke Bupati agar mendapatkan izin pembelajaran tatap muka.  ” Mungkin awal Februari mendatang sudah ada yang melakukan pembelajaran tatap muka. Namun, skemanya 2 pekan berjalan dan 1 pekan off untuk evaluasi bagi sekolah yang lolos memenuhi syarat dan mendapatkan ijin,” jelasnya, Kamis (7/1/2021).

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum KBM tatap muka dilaksanakan, yakni sekolah wajib memenuhi syarat daftar periksa dan syarat aman Covid-19 di wilayah tersebut. Sekolah juga harus mengadakan rapid tes antigen untuk semua tenaga pendidik bagi sekolah yang lolos perizinan. Sekolah juga harus memedomani juknis Dinas Pendidikan, termasuk pembentukan satgas Covid-19 hingga pemenuhan sarana prasarana pendukung kesehatan lengkap. Pihak sekolah juga harus memenuhi persetujuan orangtua siswa serta membuat daftar rekapitulasi data guru dan siswa yang memiliki riwayat penyakit.
“Pada Januari ini dilakukan persiapan, kemudian untuk sekolah yang lolos persyaratan dan mendapatkan izin akan menjadi pionir simulasi KBM tatap muka di Kendal,” ujarnya. 


Dalam pembelajaran tatap muka akan dibatasi maksimal 50% jumlah siswa yang bisa mengikuti pembelajaran langsung tiap harinya secara bergantian. Kalau yang siswanya banyak, maksimal 35% bergantian. Pada pelaksanaan KBM tatap muka nantinya, Disdikbud Kendal bersama Satgas Covid-19 akan melakukan pemantauan. Pembelajaran langsung akan dihentikan apabila ditemukan kasus Covid-19 di sekolah. Selain itu, KBM tatap muka bisa saja diberhentikan saat terjadi kasus baru wilayah sekitar sekolah, termasuk arahan khusus dari Dinas Kesehatan sebagai pertimbangan kesehatan dan keselamatan siswa.