Sejumlah Sekolah di Kendal Alami Gangguan Server saat UNBK Tingkat SMP

Permasalahan UNBK Tingkat SMP di Kendal 2019

0
813
Beberapa sekolah di Kabupaten Kendal mengalami permasalahan dalam pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP tahun 2019. Berdasarkan laporan yang masuk di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, pada hari pertama UNBK, Senin 22 April 2019, terjadi di SMP Negeri 1 Limbangan, pada sesi pertama tidak bisa dilaksanakan. Hal ini karena listrik PLN mengalami gangguan, sementara jenset yang ada, tidak dapat difungsikan secara maksimal.
Permasalahan juga terjadi di SMP Pndok Modern Selamat, pada sesi pertama juga tidak bisa dilaksanakan lantaran terjadi gangguan internet. Masalah ini bisa diatasi oleh tim bantuan dari Disdikbud Kendal, sehingga sesi kedua dan ketiga bisa dilaksanakan.
Pada hari kedua UNBK, Selasa 23 April 2019, gangguan jaringan internet terjadi lagi di SMP Pondok Modern Selamat, pada sesi kedua, sehingga ujian sesi kedua tidak bisa dilaksanakan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Sutadi mengatakan, sekolah yang mengalami trobel tersebut akan mengadakan ujian susulan sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Karena pada sesi tersebut tidak bisa melaksanakan ujian, maka solusinya melakukan ujian susulan sesuai jadwal yang telah ditentukan,” katanya.
Sutadi mengatakan, dari 150 sekolah tingkat SLTP negeri dan swasta di Kabupaten Kendal yang sudah mengadakan UNBK sebanyak 130 sekolah, sedangkan sisanya sebanyak 20 sekolah masih mengadakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNPK). “Jadi, 86 persen sudah UNBK, sehingga harapannya di tahun depan bisa 100 persen melaksanakan UNBK,” harapannya.
Sutadi menambahkan, khusus SMP negeri, dari 35 sekolah, yang sudah mengadakan UNBK secara mandiri sebanyak 20 sekolah. Lainnya sebanyak 15 SMP negeri masih mengadakan UNBK bekerja dengan sekolah lain, karena belum memiliki fasilitas komputer sejumlah yang dibutuhkan. “Harapannya ada bantuan fasilitas komputer dari pemerintah atau orang tua murid, supaya bisa melaksanakan UNBK secara mandiri,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD Kendal, Sulistyo Aribowo mengatakan, sebenarnya untuk pengadaan komputer bisa dianggarkan di APBD, namun untuk sementara ditunda. “Untuk sementara pengadaan fasilitas komputer di sekolah ditunda, karena ada permasalahan yang belum selesai. Kalau sudah dianggarkan, tapi tidak ada yang rekanan yang berani malah nanti menjadi silpa,” jelasnya.