Sekitar 70 Desa dari 12 Kecamatan di Kabupaten Kendal Terkena Banjir

Sekitar 70 Desa dari 12 Kecamatan di Kabupaten Kendal Terkena Banjir

0
386

Sebanyak 70 desa dari 12 kecamatan di Kabupaten Kendal mengalami banjir pada Sabtu (06/02/2021). Banjir terjadi setelah hujan turun cukup deras disertai angin kencang sejak Jumat (05/02/201) malam. Rinciannya adalah banjir di Kecamatan Patebon ada 7 desa 
Kecamatan Weleri 9 desa, Kecamatan Ngampel  3 desa, Kecamatan Brangsong 9 desa, Kecamatan Rowosari 4 desa, Kecamatan Kaliwungu 8 desa, Kecamatan Kaliwungu Selatan hanya 1 desa, Kecamatan Ringinarum 3 desa,  Kecamatan Pegandon 4 desa, Kecamatan Cepiring 2 desa, Kecamatan Gemuh 2 desa, Kecamatan Kendal 18 desa.

 
Berdasarkan data dari BPBD Kendal, selain banjir, juga terjadi longsor di 5 lokasi. Yaitu tanah longsor lainnya di Desa Sedayu  Kecamatan Gemuh, berupa tanggul Sungai Bodri  yang menyebabkan rumah milik Masud RT 2 RW 3 dirobohkan karena sudah sangat berbahaya untuk dihuni. Tanah longsor di Desa Sukomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan berupa tanggul sungai irigasi longsor. Di Desa Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu pondasi SDN Kutoharjo longsor. Di Desa  Kalibareng Kecamatan Patean jalan Dusun Randusari longsor tidak bisa dilewati. Di Desa  Mojoagung  Kecamatan Plantungan jalan Desa Mojoagung longsor dan 1 rumah kritis, serta jembatan penghubung Desa kebongembong Kec. Pageruyung dengan Desa Mojoagung Kec. Plantungan longsor. Di Desa Kedungasri RT 03 RW 02  Kecamatan Ringinarum ada 2 (dua) rumah bagian kamar mandi sudah tidak bisa fungsikan karena terbawa longsor.

Akibat hujan disertai angin kencang juga menyebabkan satu rumah roboh di  RT 02 RW 01 Desa Karangdowo Kecamatan Weleri milik Jambari. Selan itu juga terjadi beberapa  pohon tumbang, yaitu di Jalan Sukorejo – Weleri masuk Dusun Watudono Desa Surokontowetan Kec. Pageruyung, di Kelurahan Kalibuntuwetan Kecamatan Kendal dan di Desa Dampalrejo Kec. Ngampel.


Kepala Pelaksana Harian BPBD Kendal, Sigit Sulistyo mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk memberikan pertolongan dan bantuan yang diperlukan. Untuk dapur umum hanya ada di beberapa lokasi, namun sudah ditangani oleh pihak desa setempat dibantu warga dan petugas BPBD. “Kami tidak mendirikan dapur umum, karena sudah ditangani sendiri oleh pihak desa setempat, namun kami hanya memberikan bantuan logistik sesuai kebutuhan,” katanya.

Selain dari petugas BPBD, bantuan penanganan banjir juga dilakukan oleh PIMI Kendal, baik bantuan tenaga maun bantuan logistik.