Semua Puskesmas di Kendal sudah bisa Lakukan Swab sendiri

Semua Puskesmas di Kendal sudah bisa Lakukan Swab sendiri

0
343

Seluruh puskesmas di Kabupaten Kendal sekarang sudah bisa melakukan swab sendiri terhadap pasien yang menunjukkan gejala covid 19. Hal ini setelah Dinas Kesehatan Kendal mengadakan pelatihan PCR pada Minggu (27/7/2020) di aula Dinkes setempat. Pelatihan diikuti 42 tenaga medis dari puskesmas, rumah sakit dan Dinkes Kendal. Rinciannya, 33 tenaga medis dari 30 puskesmas, 6  tenaga medis dari Laboratorium Kesehatan Daerah Kendal, 2 dokter, dan 1 orang dari PMI Kendal. Yang 40 orang merupakan tenaga analis dan 2 orang tenaga dokter.

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Bonay mengatakan, swab yang dilakukan oleh puskesmas, selanjutnya dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah Kendal. Hasilnya dalam satu hari sudah bisa diketahui, karena kemampuan laboratorium dalam satu hari bisa melakukan dua kali running. Sekali running selama 4 jam yang bisa melakukan uji lab 70 sampai 80 sampel. “Disesuaikan dengan kemampuan peralatan dan tenaga laboratorium, maka untuk sekali running sekitar 4 jam,” katanya.

Ferinando mengatakan, bahwa Dinkes Kendal telah melakukan pengadaan peralatan laboratorium tes swab yang ditempatkan di RSDC Kendal. Pengadaan peralatan ini untuk mendeteksi secara dini untuk mengetahui perkembangan covid 19 di Kabupaten Kendal. Berdasarkan perhitungan standar WHO, untuk per seribu orang dilakukan 1 orang swab. “Jika jumlah penduduk di Kabupaten Kendal  sekitar 1 juta jiwa, maka targetnya dalam satu minggu bisa melakukan swab terhadap 1.000 orang, maka per harinya bisa melakukan swab sekitar 150 orang,” jelasnya.

Sariati, Kepala UPTD Labkesda Dinkes Kendal mengatakan, pelatihan PCR meliputi keseluruhan pelaksanaan PCR, mulai pra analisis sampai paska analisis. Pra analisis itu mempersiapkan administrasi sebelum melakukan swab, seperti cara mengenakan pakaian APD. Untuk analisisnya langsung melakukan praktek swab,  cara menyimpan sampel yang sudah diambil dan pengiriman swab ke laboratorium. Pasca swabnya yaitu cara melepas pakaian APD, karena hanya sekali pakai. “Pelatihannya meliputi teori dan praktek,” katanya.