SLCN Didik Nelayan Melek IT untuk Pedoman Melaut

BMKG Jateng gelar SLCN di Kendal

0
313

Swarakendal.com : Nelayan harus mengetahui informasi tentang kondisi laut secara umum, sebelum berangkat melaut, seperti kondisi gelombang, kondisi cuaca dan kondisi angin. Hal ini sangat penting, agar nelayan bisa melaut dengan aman dan mendapat hasil tangkapan ikan yang lumayan.

Untuk itulah, BMKG Provinsi Jawa Tengah mengadakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) bagi para nelayan yang digelar di Gedung PGRI Kendal, Rabu (12/10/2022). Sekolah Nelayan ini diikuti 100 orang nelayan dari Kecamatan Kendal, Cepiring dan Patebon. Kegiatan ini difasilitasi anggota Komisi V DPR RI, Herviano.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo yang membuka sekolah ini mengatakan, para nelayan harus melek IT. Pasalnya, untuk mengetahui kondisi laut terkini, sekarang bisa dilihat melalui aplikasi Inawis BMKG yang bisa dibuka di HP Android. Nelayan bisa memanfaatkan informasi Maritim yang dikeluarkan oleh BMKG. Dengan teknologi terkini, BMKG sudah menyediakan sistem informasi yang terhandal dalam teknologi yang sejajar dengan negara-negara maju. Informasi tersebut bisa dijadikan pedoman awal, sebelum berangkat ke laut. “Nelayan diharapkan bisa melek teknologi, bisa memanfaatkan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG,” katanya.

Kepala Stasiun Meteorologi Tanjung Emas Semarang, Retno Widyaningsih selama ini, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Pelabuhan Perikanan Tawang sudah rutin memberikan informasi cuaca. Dengan adanya Sekolah Nelayan ini, para nelayan diberikan pengetahuan tentang cara membaca informasi yang diberikan. Harapannya, bagi peserta bisa menularkan pengetahuannya kepada nelayan lainnya. Nantinya akan diberikan WA Grup, sehingga informasi dari BMKG bisa disebarluaskan kepada para nelayan.

“Dengan adanya Sekolah Lapang ini, nelayan diajari cara membaca informasi BMKG yang diberikan, kemudian Menggunakan kapan dan mengaksesnya kapan. Jadi, kami harapkan yang ikut di sini bisa menularkan kepada nelayan lainnya,” harapnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, jumlah total nelayan di Kabupaten Kendal sekitar 12 ribu nelayan, baik nelayan pemilik perahu maupun nelayan sebagai ABK, termasuk nelayan pemancing di perairan umum. Saat ini yang sudah mengikuti Sekolah Nelayan baru ada 200 orang. “Harapannya, Sekolah Nelayan ini akan terus berlanjut, agar semua nelayan bisa mengikuti Sekolah Nelayan,” harapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.