SMA Negeri 2 Kendal Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

SMA Negeri 2 Kendal Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

0
387

Swarakendal.com : SMA Negeri 2 Kendal mengadakan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang diikuti seluruh siswa, Kamis (15/9/2022). Tema kegiatan siswa ini adalah “Bangunlah Jiwa Raganya, Hidup Nyaman tanpa Ujaran Kebencian dan Berita Hoaks”. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 2 Kendal, Agus Dwi Basuki mengatakan, kegiatan siswa ini berupa penampilan seni drama oleh tiap-tiap kelas. Drama yang ditampilkan sesuai dengan tema, tentang Hidup Nyaman tanpa Ujaran Kebencian dan Berita Hoaks. “Ada 11 kelas yang pentas drama, untuk ceritanya bebas, tetapi temannya tentang ujaran kebencian dan berita hoaks,” katanya. 

Kepala SMA Negeri 2 Kendal, Siswanto mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari Kurikulum Merdeka Belajar, yang visi misinya diwujudkan dalam profil pelajar Pancasila. Dipilihnya tema tentang ujaran kebencian dan berita hoaks ini, karena sesuai dengan kondisi saat ini, yang masih banyak ujaran kebencian dan berita hoaks di dunia maya. ‘Tujuannya agar anak didik memahami dampak dari ujaran kebencian dan berita hoaks, sehingga dalam pergaulan di sekolah maupun hidup di masyarakat tidak akan melakukan ujaran kebencian dan menyebar berita hoaks,” jelasnya. 

Ahla Warda Anggraini, siswi kelas 10 mengatakan, perwakilan kelasnya menampilkan drama berjudul Kutukan Anoman. Namun ceritanya berisikan tentang bulian terhadap muka Anoman. Dari cerita ini mengandung pesan agar jangan sekali-kali melakukan bulian kepada teman. “Di sini untuk cerita hoaksnya dari sikap rajanya, sedangkan cerita untuk ujaran kebenciannya itu dari teman-teman Anoman yang menghina rupa Anoman,” jelasnya.

Sementara itu Arka Aquilla, siswa kelas 10 berharap, dengan pementasan ini, para siswa akan mengerti tentang berita hoaks dan ujaran kebencian yang dampaknya sangat merugikan bagi masyarakat. Untuk itu jangan sampai melakukan ujaran kebencian dan menyebar berita hoaks. Sesama teman tidak boleh melakukan bully, karena bisa membuat seseorang menjadi depresi hingga bunuh diri. “Harapannya dengan adanya projek ini, kami jadi mengetahui tentang penyebaran hoaks dan tentang ujaran kebencian, dan kita tidak boleh menjadi salah satu dari pelaku tersebut. Bagi anak yang dibuli itu bisa depresi bahkan bisa bunuh diri, jadi harus dihindari,” katanya.

Pentas drama terbuka di halaman sekolah disaksikan oleh seluruh siswa dan guru, juga mengundang Komite Sekolah. Untuk meramaikan acara, juga digelar pameran hasil karya siswa dari tiap-tiap kelas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.