Tak Laku Jual Pertamax, Banyak Pertamini Bangkrut

Tak Laku Jual Pertamax, Banyak Pertamini Bangkrut

0
154

Swarakendal.com : Sejumlah Pertamini atau Pom Mini di Kendal terpaksa gulung tikar atau tutup, karena tidak laku menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, paska naiknya harga BBM. Pengguna sepeda motor sebagai konsumen di Pertamini, memilih membeli Pertalite dengan harga Rp 12 ribu per liter, dibandingkan Pertamax yang di Pertamini dijual dengan harga Rp 15.500 atau 16.000 per liter. 

Sebagian Pom Mini yang masih bertahan, karena bisa menjual Pertalite, meski dengan jumlah terbatas. Pembelian Pertalite di SPBU dibatasi hanya 100 ribu rupiah per hari.

Seperti dialami Suraji, Pom Mini miliknya masih bertahan menjual Pertamax, karena hanya sebagai pelengkap usahanya. Jika hanya mengandalkan menjual Pertamax, jelas tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Pasalnya, paska harga BBM naik, penjualan Pertamax turun drastis, hanya 15 liter per hari. Padahal sebelum harga BBM naik, penjualan Pertamax mencapai 60 liter sampai 100 liter lebih per hari. “Kebanyakan carinya Pertamax, kadang sudah ke sini tanya Pertalite, tapi gak ada, gak jadi beli,” tandasnya, Jumat (23/9/2022). 

Nasib yang sama juga dialami Tauhid di Kampung Karangsari. Meski masih bertahan menjual Pertamax, namun sering buka tutup karena sepi pembeli.  Sebelum harga BBM naik, Tauhid bisa menjual Pertamax, rata-rata di atas 20 liter per hari. Nama paska harga BBM naik, penjualan Pertamax bisa dibilang tidak laku, karena di bawah 10 liter per hari. “Sekarang sehari 10 liter aja berat, sepi,” kati. 

Tidak bisa dijadikan sumber pendapatan, Tauhid hanya buka Pertamini pada pagi hari dan sore hari. Sedangkan waktu siangnya digunakan untuk pekerjaan lain yang ada.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.