TPPS Kendal Harus Bisa Turunkan Angka Stunting hingga Zero Stunting

TPPS Kendal Harus Bisa Turunkan Angka Stunting hingga Zero Stunting

0
208

Swarakendal.com : Kabupaten Kendal harus bisa terbebas dari anak stunting atau zero stunting. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki usai dikukuhkan sebagai Ketua  Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kendal, Jumat (10/6/2022).

Menurutnya, mengatasi stunting sebenarnya hal yang mudah, asal semua pihak harus mau bergerak dan bekerja maksimal. Untuk itu, TPPS akan segera bergerak untuk melakukan langkah-langkah dan upaya menangani permasalahan stunting.

Langkah yang segera dilakukan adalah melakukan pendataan bersama pihak desa dan kecamatan agar diketahui data secara riil dan akar permasalahan penyebabnya. Dengan demikian, maka penanganannya lebih mudah. “Kami akan menginvetarisir penderita stunting atau gizi buruk di masing-masing kecamatan dan desa, sehingga tahu persis jumlah anak stunting dan gizi buruk,” katanya.

Sementara itu Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, dibentuknya TPPS ini, karena kasus stunting secara umum menunjukan tren yang meningkat. Untuk itu perlu dibentuk tim yang serius secara lintas sektoral, yang melibatkan seluruh stakeholder dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan, kasus stunting di Kabupaten kendal bisa diturunkan. 

Bupati meminta agar akar permasalahan di setiap desa dan kecamatan harus diketahui secara riil, sehingga program-program yang diturunkan kepada desa dan kecamatan benar-benar bisa memberikan solusi yang solutif, terkait dengan permasalahan stunting di Kabupaten Kendal. Dengan demikian anggaran yang diberikan dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat benar-benar memberikan hasil yang diharapkan.

“Mari kita benar-benar satukan niat kita untuk memberantas stunting, jangan sampai generasi penerus bangsa, khususnya di Kabupaten Kendal menjadi generasi yang kurang baik, karena adanya stunting.

Data di Dinas Kesehatan Kendal, angka stunting di Kabupaten Kendal pada tahun 2021 meningkat dibanding tahun sebelumnya, yakni sebesar 9,5 persen atau 5.017 balita pada tahun 2021, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 8,3 persen atau 4.324. Namun kemungkinan bisa lebih besar lagi, jika benar-benar didata secara akurat mencapai 15 persen. “Ketika kami turun ke lapangan, ternyata banyak dijumpai anak yang menderita gizi buruk, tapi tidak terdata, maka saya yakin angka stunting yang sesungguhnya bisa mencapai 15 persen,” kata Duta Stunting Kabupaten Kendal, Chaca Frederica.