Tunggakan Pajak Reklame di Kendal Tahun 2021 Capai Rp 51 Juta

Tunggakan Pajak Reklame di Kendal Tahun 2021 Capai Rp 51 Juta

0
508

Swarakendal.com : Tim Gabungan Satpol PP Kendal melakukan penertiban reklame spanduk dan baliho yang menyalahi aturan. Pemasangan spanduk yang menyalahi aturan, di antaranya yang melintang di jalan, dipasang di pohon, tiang listrik dan tiang telepon.

Kasi Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) Satpol PP Kendal, Sodikin mengatakan, penertiban reklame ini sesuai dengan Perda Kendal Nomor 11 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame. Penertiban reklame ini dilakukan rutin tiap bulan di seluruh wilayah Kabupaten Kendal, baik reklame yang berizin maupun reklame yang tidak berizin. “Penertiban reklame di Kabupaten Kendal itu yang tidak berizin, termasuk yang salah dalam pemasangannya. Walaupun berizin, tapi salah pemasangannya, tetep kami tertibkan,” jelasnya.

Hanif Nisfu Sakban, Petugas Penarikan Reklame dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kendal mengatakan, dari tahun ke tahun masih banyak pemasangan reklame yang menyalahi aturan. Khusus untuk reklame komersial yang belum membayar pajak, maka akan dilakukan penagihan pajaknya. 

“Penertiban dan monitoring rutin dilakukan oleh tim gabungan, jika ada reklame yang belum bayar pajak, maka akan kami tagih. Jika reklame yang belum bayar pajak itu masih ada, maka akan disegel, nanti pemiliknya akan datang untuk mengurus pajaknya,” katanya.

Lebih lanjut, Hanif mengatakan, realisasi pendapatan pajak reklame tahun 2021 melampaui target, yaitu sebesar Rp 2.062.416.400 dari target sebesar Rp 2.000.000.000. Namun pada tahun 2021 terdapat tunggakan pajak reklame sebesar Rp 51.356.400 atau 2,49 persen dari realisasi pendapatannya. 

“Sesuai prosedur, sebelum memasang reklame itu harus mengajukan izin untuk menentukan besarnya pajak. Faktanya dari hasil monitoring dan penertiban reklame, selalu ditemukan reklame yang tidak berizin,” ujarnya.

Dikatakan, di tahun 2022 target pajak reklame sebesar 2.600.000.000, namun di APBD Perubahan dinaikkan menjadi Rp 3.000.000.000. Sampai bulan September ini perolehannya sudah mencapai 50 persen. Pihaknya optimis bisa melampaui target, karena berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, pendapatan pajak reklame terbanyak biasanya terjadi pada bulan terakhir atau Desember. “Biasanya menjelang tahun baru itu banyak event, sehingga banyak yang pasang spanduk, baliho untuk promosi acara,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan tambahkan komentar Anda!
Ketik nama anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.