Dampak Kekeringan di Wilayah Kendal Meluas

0
552

Dampak kekeringan di wilayah Kab Kendal makin meluas. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, desa yang mengalami kesulitan air bersih bertambah 4 desa, dari 15 desa di 5 kecamatan, menjadi 19 desa berada di 7 kecamatan. Empat desa tersebut di Kec Sukorejo, yaitu Desa Peron, Harjodowo dan Beringin, serta Desa Gebangan Kec Pageruyung. “Yang minta bantuan air bersih bertambag 4 desa, di Kec. Sukorejo dan Pageruyung.”kata Kasi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Slamet, S.E.

Slamet mengatakan, di beberapa desa sebenarnya sudah ada Pamsimas, namun saat ini tidak mengeluarkan air. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga harus rela jauh-jauh mencari ke desa tetangga, seperti di Desa Genting Gunung Sukorejo yang memiliki dua sumber mata air yang masih mengeluarkan air.Sampai saat ini pihak BPBD Kendal masih terus menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa tersebut, dibantu dari CSR Perum Pegadaian dan Kawasan Industri Wijayakusuma Mangkang. Terbatasnya armada, menjadikan penyaluran bantuan air tidak bisa memenuhi permintaan warga. Dari BPBD Kendal hanya 2 armada, yang masing-masing hanya bisa mengangkut  minimal 2 kali per hari. Kendala jarak lokasi dan medan jalur menuju lokasi menjadikan penyaluran bantuan tidak bisa maksimal. “Kemarin dari Kagama juga ikut membantu 25 tangki air,”tambahnya.

Kasi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal Slamet SE berharap, kepada pihak lain, seperti BUMN, BUMD atau swasta untuk ikut membantu melalui dana CSR. Pihak BPBD ini setiap hari membeli air ke PDAM untuk disalurkan ke warga yang mengajukan bantuan air bersih. “BPBD membeli air ke PDAM, per tangki Rp 257 ribu,”jelasnya. (Ab)