Di Kendal, Banyak Warga Belum Punya Jamban

0
604

Hampir semua desa dan kelurahan di Kabupaten Kendal ternyata masih banyak warganya yang buang air besarnya masih sembarangan. Tercatat hanya 20 desa dari 14 kecamatan di Kab Kendal yang sudah melakukan Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Deklarasi BABS ini dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Kab Kendal Kamis (12/11) di Stadion Utama Kendal.

Dua puluh desa itu adalah, Desa Tambahsari Kecamatan Limbangan, Darupono Kecamatan Kaliwungu Selatan, Penjalin Kecamatan Brangsong, Kebonadem Kecamatan Brangsong, Bojonggede Kecamtan Ngampel, Gebagan Kecamatan Pageruyung , Tanjunganom Kecamatan Rowosari, Kalirandugede Kecamatan Cepiring, Kartikajaya Kecamatan Patebon, Bangunsari Kecamatan Patebon, Sukomangli Kecamatan Patean, Tampingwinarno Kecamatan Sukorejo, Selokaton Kecamatan Sukorejo, Mulyasari Kecamatan Sukorejo, Manggungmangu Kecamatan Plantungan, Kertosari Kecamatan Singorojo, Kalirjeo Kecamatan Singorojo, Trayu Kecamatan Singorojo, Kelurahan Jetis dan Kecamatan Kota Kendal. “Tahun 2019, kami harap semu desa / kelurahan sudah bisa menyusulnya. Sehingga semua desa/kelurahan warganya sudah buang air besar di jamban,”Harap Kabid Pengandalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kendal, Drs.Sri Handoyo.

Melalui Program STBM ( Sanitasi Total Berbasis Mayarakat), masyarakat digerakkan utuk bisa berperilaku  sehat. Sehingga yang biasanya buang air besar di sembarangan (BABS), menjadi Buang air besar di jamban yang saniter dan layak. “Open defecation free (ODF) adalah salah satu tujuan dari program STBM, dimana  kominitas atau desa telah melakukan buang air besar tidak di sembarangan atau di kebun tetapi di jamban saniter layak,”kata Handoyo.

Sementara menurut Mahmud Yunus, Kasubdit Higine Sanitasi dan Pangan dari Dirjen Kementerian Kesehatan RI saat hadir pada peringatan HKN di Kendal/ dari 80.276 desa di seluruh Indonesia, yang sudah total stop buang air besar sembarangan hanya 4.585 desa. Sebanyak 25.537 sudah melaksanakan tetapi belum total. Jawa Tengah masuk peringkat 4 se Indonesia. Untuk itu  pemerintah terus memicu dan memacu supaya masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak buang air besar sembarangan. “Peran masyarakat sendirilah yang sangat diperlukan. Kebiasaan buang air besar sembarangan menyebabkan banyak kuman yang tercecer dan bisa menimbulkan kontaminasi kesehatan di masyarakat,”tegasnya.

Mahmud Yunus mengatakan, ada 5 pilar yang sangat penting terkait dengan perilaku hidup sehat, yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan limbah rumah tangga, dan pengelolaan sampah rumah tangga. “Jika 5 pilar ini bisa dilaksanakan maka penyakit di masyarakat bisa ditekan,”katanya. (Ab)