Dispendukcapil akan Adakan Isbat Nikah Terpadu

0
435
Pasangan suami istri di Kab Kendal yang belum mencatatkan nikahnya di Kantor Urusan Agama (KUA), di tahun 2016 nanti bakal mudah mendapatkan Akta Nikah. Pasalnya pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kendal bakal melakukan MoU atau bekerja sama dengan Pengadilan Agama dan Kementerian Agama Kendal untuk mengadakan Isbat Nikah Terpadu. Menurut Kepala Dispendukcapil Kendal Tatang Iskandariyanto melalui Kasi Pembinaan dan Sosialisasi, Siti Lailatul Badriyah, program ini akan dilakukan tahun 2016 mendatang. “Anggaran programnya sudah ada di APBD 2016,”katanya.

Sebagai persiapan program Isbat Nikah Terpadu ini, Dispendukcapil Kendal Senin (14/12/2015) mengadakan sosialisasi dengan menghadirkan kepala desa, modin dan Petugas Pembantu Pencatatan Nikah (P3N) di Pendopo Kabupaten Kendal. Laila mengatakan, pelaksanaan Isbat Nikah Terpadu akan dilakukan secara massal di tiap-tiap eks kawedanan. “Pihak desa melalui modin dan P3N nanti yang akan mendata warga yang sudah nikah, tetapi belum memiliki Akta Nikah, karena nikah siri,”ujarnya.

Laila menjelaskan, pemohon hanya mengeluarkan biaya persidangan isbat nikah terpadu yang besarnya sesuai ketentuan berdasarkan radius wilayah kecamatan. Biaya di wilayah radius I Rp. 321.000,00, radius II Rp. 341.000,00 dan radius III Rp. 361.000,-. Radius I meliputi wilayah Kecamatan Brangsong, radius II meliputi Kecamatan Kota Kendal, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Patebon, Cepiring, Gemuh, Pegandon, Weleri, Rowosari, Ringinarum, dan Ngampel. Radius III meliputi Kecamatan Sukorejo, Pageruyung, Plantungan, Boja, Singorojo, dan Limbangan.

Persyaratannya, pihak pemohon harus menghadirkan saksi dan wali saat dulu melakukan pernihakan. Namun jika saksi atau wali nikahnya sudah meninggal, maka harus dibuktikan dengan surat kematian.
Pengajuan Akta Nikah juga bisa dilakukan oleh ahli warisnya, jika pihak yang bersangkutan sudah meninggal. Hal ini biasanya untuk mengurus hak warisan dari ahli waris yang orang tuanya belum pernah mencatatkan pernikahannya. (Ab)