Pesta Miras Siang Bolong, 7 ABG Kendal Dirazia Satpol PP

0
537

Bila melihat anak-anak sekolah keluyuran pada jam pelajaran, segeralah lapor kepada Satpol PP, terutama jika berkumpul di tempat sepi. Sebab, biasanya akan melakukan perbuatan negatif, seperti yang dilakukan 8 remaja, 3 di antaranya perempuan. Mereka ternyata sedang pesta minuman keras di belakang Stadion Kendal Senin (18/01/2016).

Untung saja ada masyarakat yang melaporkan kepada Satpol PP Kendal, sehingga tujuh remaja tersebut berhasil diamankan hari itu juga. Mereka memanfaatkan kondisi sepi di sekitar stadion. Tiga diantaranya merupakan remaja perempuan yakni, DP (13), YT (13), dan AD (17). Sedangkan empat lainnya merupakan remaja pria yakni, Abd (23), IF (22), RF (20), dan HR (21). Sebenarnya ada delapan orang yang mengikuti pesta miras tersebu, namun, satu lainnya berhasil melarikan diri saat hendak dilakukan penangkapan.

Siswi pelajar, DP, mengaku jika dirinya tidak ikut minum-minuman keras maupun oplosan yang disajikan. Dirinya mengaku hanya diajak nongkrong oleh teman laki-lakinya.

“Sehabis pulang sekolah, saya di SMS diajak nongkrong di Stadion. Saya dijemput di rumah, tidak tahunya di Stadion sudah disiapkan miras jenis Congyang dan oplosan. Tapi saya tidak minum,” ujar pelajar Kelas VIII, dari SMP swasta yang berada di belakang Masjid Kendal itu.

Hal sama diutarakan YT, yang juga satu sekolah dengan DP, mengatakan, sebenarnya saat ada pesta miras, dirinya ingin pulang. Hanya saja, tidak ada yang mau mengantarnya pulang. “Katanya saya disuruh nunggu, kalau minumannya sudah habis,” tukasnya, yang mengaku warga Kelurahan Karangsari.

Kepala Satpol PP Kendal, Toni Ari Wibowo, mengatakan, tindakan yang dilakukan pihaknya dalam rangka penegakan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas). Dirinya mengaku mendapatkan laporan dari warga terkait adanya remaja usia pelajar yang membolos di Taman Gajah Mada dan Stadion Utama Kebondalem-Kendal. “Kami mendapat info dari warga kalau ada remaja, yang diduga masih usia sekolah, terlihat nongkrong-nongkrong di sejumlah tempat saat jam sekolah,” terangnya.

Kasatpol Toni mengatakan, para remaja yang terkena razia akan dilakukan pembinaan. Pihak orang tua juga akan dipanggil untuk menjemput anaknya, dengan harapan pihak orang tua akan lebih memperhatikan pergaulan anaknya.  “Kami juga akan memberikan tembusan ke pihak sekolah, bagi dua siswi SMP yang turut terjaring razia ini,” katanya. (Ab)