Pendonor Darah di PMI Kendal Relatif sedikit

0
556
Jumlah pendonor darah di PMI Kendal relatif masih sedikit. Hal ini bisa dilihat dari jumlah rata-rata pendonor darah setiap harinya, sering tidak bisa memenuhi permintaan kebutuhan yang ada. Petugas Unit Donor Darah (UDD) PMI cabang Kendal, Dian Rosita Dewi, saat ditemui di kantornya, Kamis (04/02/2016) mengatakan, dalam sehari permintaan darah di PMI Kendal mencapai 20 hingga 25 kantong. Namun, permintaan darah sendiri tidak jarang melebihi jumlah tersebut. Sedangkan jumlah pendonor sendiri terbatas, sehingga pasokan stok darah semakin menipis.

“Rata-rata permintaan darah terbesar berasal dari pasien gagal ginjal, yang tersebar di sejumlah rumah sakit di Kendal. Kegiatan pergantian darah dari pasien gagal ginjal memang harus sering dilakukan, sehingga sangat berpengaruh pada kebutuhan darah di PMI Kendal. Permintaan darah juga banyak dari ibu melahirkan dan korban kecelakaan,” ujarnya.
Darah dari pendonor sendiri tidak semuanya dipakai, karena setelah melalui proses pengolahan hanya sekitar 70 persen saja yang bisa digunakan. Darah yang tidak digunakan selanjutnya akan dimusnahkan. “Setidaknya kami akan cek dulu, apakah pendonor menderita hepatitis B, C, Sipilis, dan HIV. Bila ditemukan gejala penyakit tersebut, maka yang bersangkutan tidak diperbolehkan mendonorkan darahnya,” ujarnya.
Menurut Dian, saat ini stok darah di PMI Kendal sebanyak 52 kantong. Terdiri atas golongan darah A sebanyak 24 kantong, golongan darah B sebanyak 12 kantong, golongan darah O sebanyak 14 kantong, dan golongan darah AB sebanyak dua kantong. Terkait dengan kebutuhan darah trombosit, Dian mengatakan, di PMI Kendal hanya melayani untuk kegiatan Packed Cell (PRC) dan Whole Blood, sementara untuk permintaan trombosit darah, hanya bisa dilakukan di Semarang. “Permintaan Trombosit belum bisa kami penuhi karena keterbatasan peralatan. Sementara itu, kami juga meminta bagi warga yang ingin membutuhkan darah, agar bisa membawa pendonor pengganti. Mengingat, tidak jarang pada saat benar-benar dibutuhkan, stok darah telah habis,” harapnya.
Seorang pendonor, Heri Subagyo, mengatakan, dirinya sering mendonorkan darahnya yang dilakukan rutin tiga bulan sekali. Biasanya mendonorkan darahnya pada saat ada kegiatan di kecamatan, namun bila tidak ada, maka datang sendiri ke PMI Kendal. “Saya rutin tiap tiga bulan sekali donor darah ke PMI. Alhamdulillah, badan saya menjadi lebih enak dan terasa lebih enteng, setelah donor,” katanya.