Semua Pekerja harus Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

1
587

Keselamatan dan kesehatan kerja bagi semua orang harus benar-benar diperhatikan. Hal ini ditegaskan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri saat sosialisasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi nelayan di Kabupaten Kendal di salah satu  rumah makan di Brangsong Kendal Kamis (04/02/2016) petang.

Untuk itu Menakertrans berharap, dalam memberikan bantua sebanyak 400 paket peralatan K3 kepada para nelayan, bukan sekedar untuk digunakan para nelayan. Namun bantuan K3 diharapkan K3 sebagai budaya hidup dan budaya dalam bekerja, sehingga bisa menghindari resiko dan penyakit akibat kerja.

Menteri Hanif mengatakan, bantuan yang berisi peralatan kerja kerja seperti pelampung, sepatu dan sejumlah alat lainya, agar selalu digunakan saat melaut atau mencari ikan di laut. Walaupun sudah pandai melaut, tetap harus membawa peralatan K3, karena akan memperkecil resiko jika terjadi kecelakaan. “Memang pandai renang, tapi tidak mungkin seharian berenang, makanya harus membawa peralatan K3,”tegasnya.

Pada acara yang diikuti ratusan nelayan dan disaksikan sejumlah pejabat Propinsi Jateng dan Pemkab Kendal, Menteri Hanif juga mencontohkan, bagi pekerja di penggergajian kayu, maka harus memakai masker pelindung supaya tidak kemasukan serbuk yang berbahaya bagi kesehatan.

Melaksanakan budaya K3 sangat penting bagi semua pekerja, karena jika sembrono akan sangat berbahaya dan rawan terjadi kecelakaan kerja yang berakibat fatal. Untuk itu, menjaga keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah, perusahaan dan semua orang. Karena K3 juga menyangkut dengan produktivitas, yang menjadi daya saing di semua sektor. “Pekerja yang sehat tentu memiliki daya produktivitas tinggi,”katanya.

Menakertrans juga meminta kepada para nelayan Kendal dan semua pekerja supaya ikut BPJS, baik  Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua (JKM), agar selama bekerja mendapatkan jaminan kecelakaan kerja, kematian dan jaminan pensiun.

Menakertrans mengingatkan, bagi perusahaan wajib mengikutkan BPJS bagi semua karyawannya, tapi bagi yang bekerja sendiri, maka bisa ikut BPJS secara mandiri.  ’’Untuk JKK cuma Rp 2.400 per bulan, JKM cuma Rp 3.000 per bulan, saya kira pasti mampu karena membeli rokok per bungkus dengan harga di atas sepuluh ribu saja mampu,”ujarnya.

Masyarakat sepertinya belum memiliki kesadaran budaya K3. Seperti pengakuan Junaedi, seorang nelayan asal Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari, selama bertahun-tahun melaut tidak pernah membawa peralatan pengaman atau K3. “Gak pernah membawa peralatan pengaman, jadi kalau perahunya kecelakaan ya sebisanya menggunakan yang bisa dipegang,”katanya.