Penyakit Demam Berdarah tidak Kenal Musim

0
856

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) itu tidak mengenal musim. Hanya saja, di musim penghujan cenderung meningkat. Hal itu dikatakan oleh Komisi Ahli DBD Provinsi Jateng dr MM Deah Hapsari Sp AK saat mengisi Seminar bertema Dengue Management di Aula Dinas Kesehatan Kab Kendal Rabu (17/02/2016).

Dalam Seminar yang diikuti dokter dan paramedis di Puskesmas dan rumah sakit di area Kab Kendal, dr Hapsari mengatakan, dokter di puskesmas maupun rumah sakit masih banyak yang kurang teliti dalam mendiagnose DBD. Penderita DBD bukan hanya dilihat dari gejala panas demam dan trombosit turun saja, tapi ada beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk memutuskan apakah pasien itu benar terkena DBD atau bukan. “Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 40 persen dokter, kurang teliti dalam mendiagnose DBD,”ujarnya.

Penderita Demam Berdarah umumnya mengalami dehidrasi akibat demaman muntah, mimisan dan kebocoran pada pembuluh darah. Kondisi dehidrasi ini ditandai dengan Hematokrit (angka kekentalan darah) meningkat, dan angka Trombosit (zat pembeku darah) turun. Dokter Hapsari menjelaskan, bagi masyarakat bisa mudah mengetahui ciri-ciri DBD dengan menghafal urutan K L M N O P R. Yaitu K (kepala nyeri sakit), L (lesu lemah), M (mual muntah), N0 (nyeri otot), P (Perut sakit dengan pendarahan), R (ruam). “Jika mengalami dua atau tanda-tanda itu, maka harus waspada, segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit,”katanya.

Sementara itu Kabid Pencegahan Penyakit Dinkes Kendal Ariani Wardiati mengatakan, sejak Januari hingga Pebruari ini ada 41 penderita DBD di Kab Kendal.  Satu di antaranya meninggal dunia. Kepada masyarakat dihimbau agar melakukan gerakan 3 M plus, yaitu menutup, menguras, mendaur ulang barang-barang bekas, dan menutup lubang ventilasi dengan kain kassa serta memasang kelambu di temapt tidur. “Mengubur barang bekas, sudah tidak dianjurkan, tapi didaur ulang,”katanya.