Warga Desa Protomulyo Kaliwungu Rayakan tradisi Rajaban Astana Kuntul Nglayang

0
987
Ratusan warga Dukuh Protokulon, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan melakukan arak-arakan gunungan terdiri atas sayur mayur hasil bumi dan jajan pasar. Selain itu juga terdapat buah-buahan dan nasi tumpang. Ada empat gunungan yang diarak mulai dari lapangan bulu tangkis Protokulon RT3 RW 1, menuju ke makam Pangeran Juminah sejauh 1 kilometer. Mereka juga membawa berbagai jenis makanan tradisional.terdiri atas sayur mayur hasil bumi dan jajan pasar. Selain itu juga terdapat buah-buahan dan nasi tumpang.

Setiba di pendapa makam, tokoh agama, masyarakat, perangkat desa, dan warga melakukan tahlil dan doa bersama. Setelah pembacaan doa, warga saling menukar makanan yang dibawa. Kirab semakin meriah, ketika mereka saling berebut gunungan dan melempar hasil sayur mayur maupun jajan pasar tersebut. Mulai anak-anak hingga orang tua, berebut untuk mendapat makanan, buah, sayur, dan jajan pasar. Kurang dari satu menit, dua gunungan berisi berbagai makanan habis.

Ketua panitia Rajaban, Prabowo Sumiarto, mengatakan, Rajaban Astana Kuntul Nglayang sudah turun temurun dilakukan warga Dukuh Protokulon. Acara keagamaan dilakukan setiap malam Jumat Kliwon di bulan Rajab. Tradisi itu turun temurun bagi warga Protokulon dan telah berusia ratusan tahun. Sebelumnya, warga secara mandiri maupun kelompok melakukan rajaban.

Tradisi kirab bersama-sama sudah dilaksanakan enam tahun terakhir. Hal itu untuk mempersatukan warga antardusun maupun desa. ”Kirab rajaban bukan ritual, melainkan tradisi keagamaan. Dulu rebutan tumpengan dilakukan anak-anak. Jika orang tua ikut rebutan tumpengan, itu hanya untuk memeriahkan suasana,” kata dia.