Satu Parpol di DPRD Kendal tidak bisa Mencairkan Bantuan

0
429
Dua partai politik (parpol) dari sepuluh parpol yang mendapat kursi di DPRD Kendal pada tahun 2015 lalu ternyata tidak bisa menerima bantuan dari pemerintah. Dua parpol tersebut yaitu Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal Ferry Nando mengatakan, kedua parpol tersebut tidak bisa mencairkan bantuanya, karena saat itu parpol tersebut masih dalam sengketa internal. “Karena masih sengketa antar dua kubu, sehingga bantuan tidak bisa diberikan. Sebab jika diberikan kepada salah satu kubu, nanti bisa dipermasalahkan,”jelas Ferry saat ditemui di kantornya Rabu (4/5/)

Namun di tahun 2016 ini, hanya satu parpol yang masih belum bisa menerima bantuan parpol dari pemerintah, yaitu PPP. Pasalnya, hingga kini, PPP masih dalam sengketa internal antar dua kubu. Sedangkan Partai Golkar, tahun 2016 ini sudah bisa menerima kembali bantuan parpol dari pemerintah. “Golkar sudah bisa menerima kembali, dasarnya surat pemberitahuan dari Kemendagri bulan Maret 2016 lalu,”kata Ferry.

Ferry menambahkan, untuk bisa mencairkan bantuan dari pemerintah, parpol penerima bantuan harus membuat proposal dan menyelesaikan terlebih dahulu revisi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK untuk tahun 2015. “Persyaratan ini sesuai Peraturan BPK No 2 tahun 2015 tentang Bantuan Parpol,”ujarnya.

Terkait dengan LHP BPK terhadap parpol-parpol tersebut, Ferry mengatakan, tidak ada masalah. Dalam LHP BPK memang ada temuan, namun bukan temuan yang merugikan negara, hanya kesalahan administrasi yang harus diperbaiki. “Temuannya hanya kesalahan administrasi, misalnya ada berkas yang kurang, pembayaran rekening yang terlambat juga tidak boleh, sehingga hanya disuruh memperbaiki dan tidak boleh diulangi untuk ke depannya,”jelasnya.

Pihak Kesbangpol Kendal sudah memberikan sosialisasi atau penjelasan kepada semua parpol terkait dengan temuan BPK tersebut yang harus diperbaiki. Juga ketentuan dari Kemendagri tentang persyaratan bantuan tersebut.