Hasil Panen dan Harga Kedelai di Kendal Lumayan Bagus

0
729

Bulan Mei ini petani di wilayah Kecamatan Kangkung sedang menikmati panen kedelai. Tanaman yang baru mulai digalakkan tahun 2015 lalu ternyata menghasilkan panen yang bagus. Harganya juga lumayan bagus. “Harganya bagus, per kilo Rp 7.000,”kata Mukari, petani di Desa Laban Kec Kangkung saat menjemur kedelai di sawah Minggu (8/5/2016).

Menurut Mukari, menanam kedelai lebih mudah daripada menanam jagung yang sudah menjadi tanaman utama di Kec Kangkung. Namun sayangnya, hanya bisa tanam setahun sekali. “Nanam kedelai lebih mudah, dan hanya tiga bulan sudah panen,”kata Mukari

Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kendal Ir Sri Purwati mengatakan, tahun ini lahan yang cocok ditanami kedelai di Kendal jumlahnya terbatas.  Luas lahan tanaman kedelai di Kab Kendal hanya 1.200 hektar, masih sama dengan tahun lalu. “Sebenarnya hasil panennya bagus, cuma tidak semua sawah cocok ditanami kedelai, sehingga belum bisa menambah area tanamnya,”kata Sri Pirwati beberapawaktu lalu.

Pananaman kedelai di Kendal bisa dibilang baru, karena umumnya para petani lebih suka menanam padi, jagung, tembakau atau tanaman lain. Penanaman kedelai dilakukan setelah pemerintah menggiatkan program pajale. “Untuk kedelai masih jarang, dan baru dilakukan tahun lalu dengan hasil panen yang bagus,”katanya.

Sri Purwati mengatakan, awalnya para petani enggan menanam kedelai. Pasalnya para petani sudah terbiasa menanam padi, jagung atau tembakau. Selain itu, sebelumnya agak susah menjualnya dan harga juga murah. Namun dengan adanya program Pajale, pemerintah mulai menggalakkan kembali supaya para petani mau menanam kedelai. Tentunya pemerintah dengan hasil panen bisa dibeli dengan harga yang bagus melalui Bulog. Bahkan pemerintah memberikan bantuan bibitnya. “Tahun ini pemerintah memberikan bantuan bibit secara cuma-cuma untuk lahan 500 hektar,”ujarnya.

Sementara ini, lahan yang cocok untuk tanaman kedelai berada di Kec Kangkung. Pasalnya untuk tanaman kedelai harus lahan yang tidak banyak airnya, seperti di Kec Kangkung, sedangkan di tempat lain, airnya melimpah jika musim hujan, sehingga tidak cocok ditanami kedelai,”jelasnya.