Desa-desa harus segera Bentuk BUMDesa

0
417

Tahun 2017 mendatang, desa-desa diharapkan sudah mempersiapkan pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ketua Paguyuban Kepala Desa Kab Kendal Bambang Utoro mengatakan, setelah dua tahun Dana Desa (DD) difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, maka fokus pemanfaatan DD diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat desa, yaitu dengan pembentukan BUMDes. “Secara umum di tahun 2017, infrastruktur di desa-desa sudah baik semuanya, sehingg DD berikutnya untuk pemberdayaan masyarakat,”katanya

Pada Halal bi Halal Peguyuban Kepala Desa Kab Kendal di Curugsewu Patean Rabu (3/8/2016) Bambang mengatakan, keberadaan BUMDes diharapkan bisa mendorong untuk meningkatkan potensi desa, sehingga perekonomian desa cepat berkembang. BUMDes ini akan membantu masyarakat untuk mengembangkan usahanya, seperti usaha peternakan, UMKM, pertanian, dan usaha apa saja bisa dibantu. “Tahun 2016 ini sebagai percontohan di tiap-tiap kecamatan sudah ada dua desa yang mendirikan BUMDes,”ujarnya.

Ketua Apdesi Jateng, Agung Heri Susanto mengatakan, pembentukan BUMDes merupakan arahan dari pusat. Diharapkan mulai tahun 2016 dan 2017 ini sudah aktif membentuk BUMDes sesuai dengan pola dan potensi desa masing-masing. ”

Sementara itu, terkait pengelolaan Dana Desa,  Gubernur Jateng Ganjar Pranomo melalui Staf Khususnya Wisnu Nugroho yang hadir mewakili Gubernur berharap,  agar pengelolaan DD transparan dan akuntabel, dan diharapkan supaya dipasang supaya masyarakat mudah mengetahuinya. Desa-desa diharapkan untuk  menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam penggunaan DD serta manfaatkan potensi desa dengan kearifan lokal. “Masyarakat harus diajak musyawarah dalam penyusunan program desa,”harapnya.

Bupati Kendal dr Mirna Annisa meminta agar pihak desa bisa mengelola dana desa dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan regulasi yang ada. Bupati akan menegurnya, jika ada desa yang penggunaan DD-nya menyalahi aturan. “Ditegur aja dulu atau diingatkan,”ujarnya.