Alat Rekam di Kecamatan Kendal Rusak, Warga Rekam Data e-KTP di Kantor Dispendukcapil

0
378

Kemendagri telah menetapkan, bahwa 30 September 2016 merupakan batas akhir masyarakat Indonesia merekam data e-KTP. Jika tidak, maka data kependudukan yang belum memiliki e-KTP akan dihapus dari database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri. Dengan demikian, maka akan kehilangan hak pelayanan dalam mengurus sesuatu yang mengharuskan dengan kartu e KTP atau jika tidak memiliki e-KTP, maka akan mengalami kerugian besar, yaitu tidak bisa membeli kendaraan, tidak dapat membuat SIM, tidak bisa membeli tiket angkutan umum, tidak bisa menikah di KUA dan Kantor Pencatatan Sipil, tidak bisa membuka rekening di bank, tidak bisa memilih dalam pemilu atau pilkada.

Masyarakat pun mulai berbondong-bondong melakukan perekaman data e-KTP.  Seperti di Kec Kendal, jumlah warga yang datang ke kantor kecamatan untuk melakukan perekaman data e-KTP cukup banyak. Namun menurut Kasi Pelayanan Umum Kec Kendal, Wuryati, alat perekam data e-KTP mengalami, sehingga perkaman data dilakukan langsung ke Kantor Dispendukcapil. “Datanya tidak bisa terkirim ke pusat. Sudah lama rusak dan sudah dilaporkan ke kamtor Dispendukcapil,”katanya.