Perangkat Desa tidak lagi Dipilih Langsung

0
2919

Jabatan perangkat desa kini tidak lagi dengan pemilihan langsung atau pencoblosan oleh warga, tapi  pengangkatan dilakukan oleh kepala desa, setelah mendapat rekomendasi oleh camat. Hal ini dikatakan Kabag Tata Pemerintahan Setda Kendal, Drs Sigit Sulistyo MM saat Sosialisasi Pra Raperda tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Rabu (28/9/2016) di OR Setda Kendal. “Dasar pembentukan Perda ini adalah Undang-undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa,”kata Sigit.

Sigit mengatakan, pengangkatan perangkat desa memiliki persyaratan umum minimal berijaza SMU atau sederajat dan berusia 20 sampai 42 tahun. Sedangkan  persyaratan khusus yaitu tidak pernah menjadi terpidana, bebas narkoba, bukan anggota atau pengurus parpol, mendapatkan ijin dari atasan dan bisa komputer. “Kalau akan menjadi calon perangkat ya harus mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota atau pengurus parpol terlebih dahulu,”jelasnya.

Dalam materi Pra Raperda disebutkan, penjaringan calon perangkat desa dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh kepala desa. Tim tersebut akan memilih minimal dua calon untuk dikonsultasikan kepada camat. Selanjutnya camat akan memberikan rekomendasi terhadap calon yang diangkat sebagai perangkat.
“Jadi, camat memiliki peran penting dalam pengangkatan perangkat desa,”ujarnya.

Dikatakan, sosialisasi Pra Raperda ini dilakukan untuk mencari masukan dari berbagai pihak, termasuk perangkat desa. Tujuannya agar menjadi Perda yang sempurna yang sudah menyerap berbagai masukan dari masyarakat. Di Kab Kendal saat ini terdapat kekosongan perangkat desa sebanyak 226 personil. “Kami harap masukan-masukan dari masyarakat, sebelum materi Raperda ini dibahas di dewan,”harapnya.

Ketua Paguyuban Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kab Kendal, Chumaidi mengatakan, akan tetap meminta agar masa jabatan perangkat tidak dibatasi hanya 20 tahun, tapi harus berdasarkan Undang-undang Desa, yaitu sampai  usia hingga 60 tahun. Sebab, jika masa jabatan hanya 20 tahun, maka akan mematikan karir atau pekerjaan. “Jika diangkat sebagai perangkat ketika berusia 22 tahun, maka umur 42 tahun harus pensiun, lha ini kasihan. Makanya jika ada pembatasan masa jabatan hanya 20 tahun, maka kami akan mengajukan tuntutan,”tegasnya.

Sementara itu Kasubag Perundang-undangan Bagian Hukum Setda Kendal, Izzudin Latif menambahkan, Perda ini ditargetkan selesai pada tahun 2016 ini. “Ya mudah-mudahan bisa selesai dua Perda yang sekarang Pra Raperdanya mulai disosialisasikan,”harapnya.