Pegawai Honorer K2 Minta Honornya Setara UMK

0
641

Sebanyak 25 Tenaga honorer Kategori II (K2) Kab Kendal meminta agar honornya disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Hal ini disampaikan oleh perwakilannya saat audiensi dengan audensi dengan DPRD Kendal Senin (07/11/2016).

Sekretaris Pengurus Honorer K2 Kendal, Sri Widyastuti mengatakan, honorer K2 masih sangat minim, bahkan dinilai tidak layak jika dibandingkan dengan beban kerja yang diterima pegawai negeri sipil (PNS). Saat ini honor K2 di Kendal rata-rata Rp 150-300 ribu saja. “Honornya sangat minim. Padahal rata-rata Honorer K2 di Kendal ini sudah bekerja atau mengabdi lebih dari 10 tahun,” katanya.

Jumlah honorer K2 di Kendal saat ini total seluruhnya ada 957 orang. Rinciannya adalah 818 orang di antaranya dibawah naungan Dinas Pendidikan, yakni Guru dan Tenaga Administrasi. Sedangkan sisanya adalah honorer di Dinas Kesehatan dan lainnya. Rata-rata berusia di atas 35 tahun, sehingga harapan kecil bisa mengikuti tes CPNS karena keterbatasan umur.

Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono mengatakan, kenaikan honnor K2 akan diusulkan Rp 11 miliar melalui KUA PPAS. Jika jumlah K2 ada 957 orang, maka jika honornya disesuaikan  UMK Rp 1,3 juta, maka hanya delapan bulan saja. “Sisanya nanti akan diusulkan melalui APBD perubahan 2017,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Kendal, Sulistyo Aribowo mengatakan, bahwa honor pegawai K2 saat ini masih dibahas di KUA PPAS. Sehingga di APBD 2017 nantinya bisa terealisasi. “Kami sepakat untuk dinaikkan, tapi untuk besarnya akan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” tuturnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Sutadi meminta agar para tenaga K2 bersabar semetara waktu, sampai pembahasan final.  “Kalau naik, jelas ada kenaikan karena sudah ada persetujuan dari Bupati. Tapi Berapapun kenaikannya nanti akan diputuskan melalui eksekutif dan legislatif,” tambahnya.