Pemkab Kendal Segera Kaji Atasi Banjir di Kendal

0
718

Tim Pengairan Kab Kendal Senin (30/1/2017) melakukan survey menyusuri sungai untuk mencari penyebab banjir di Kota Kendal. Kegiatan ini merupakan  aksi cepat dan tanggap untuk mencari solusi menanggulangi banjir yang sudah beberapa tahun ini masih terjadi.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, mengatakan, hasil kajian sementara dari tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi terkait, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan banjir kerap menerjang Kantor Bupati dan sekitarnya. Faktor itu antara lain kondisi endapan lumpur di bawah jembatan Masjid Agung Kendal yang selama ini belum terjangkau pengerukan, mengakibatkan aliran air tidak lancar, sehingga air melimpah ke jalan.  Juga keberadaan perahu nelayan di Kelurahan Bandengan yang berada di aliran Kali Kendal juga menghambat jalannya air. Perahu-perahu tersebut berada di kedua sisi kali, sehingga saat hujan deras dan debit air meningkat, aliran juga terganggu. ”Kami akan mencari solusi terkait persoalan tersebut. Soal endapan lumpur, akan dilakukan kerja bakti dengan mengeruk lumpur. Sementara terkait perahu nelayan, kami akan carikan alternatif terminal di muara Kali Kendal,” katanya.
Pihaknya juga akan memberikan masukan kepada PSDA Jateng selaku penanggung jawab Kali Kendal untuk  melakukan pengerukan  sedimentasi Kali Kendal secara total, termasuk di bagian muara. PSDA Jateng siap menangangi Kali Kendal, tetapi terkait persoalan bangunan baik pemukiman maupun tempat usaha menjadi tanggung jawab pemkab. “Banyaknya bangunan di sepanjang bantaran sungai tersebut merupakan kendala, untuk itu akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk memecahkan masalah tersebut,” terang dia.

Bupati Kendal dr Mirna Annisa mengatakan, dengan survey tersebut diharapkan akan bisa diambil hasil analisa terkait kendala yang ada di lapangan dan keadaan riil di lapangan. Hasil survey dan kajian ini sangat terkait dengan kebijakan yang akan diambil ke depan. “Hari ini juga supaya bisa memberikan laporan,”ujarnya.

Bupati Mirna juga mengatakan, selain melakukan pembahasan dengan dinas teknis terkait banjir, juga melakukan pembahasan dengan provinsi, utamanya terkait pembangunan beberapa waduk. Menurutnya, untuk mengatasi banjir di area perkantoran Setda Kendal, kurang bijak jika meninggikan area setda. Perlu juga dengan membuka lebih banyak ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar lokasi, membenahi sistem drainase, membuat banyak sumur bipori dan tangki resapan atau membangun waduk penampungan. “Permasalahan banjir ini cukup kompleks, sehingga mengatasinya harus menyeluruh,”katanya.