TBM Kebon Baca Sijeruk Kendal Ramai Dukunjungi Anak-anak

0
1127

Saiful Muhajirin warga RT 3 RW 3 Kelurahan Sijeruk Kendal mengubah pekarangan rumahnya menjadi Taman Baca Masyarakat (TBM). Taman Baca Masyarakat yang diberi nama Kebon Baca ini diperuntukkan untuk masyarakat umum, baik anak-anak, remaja maupun dewasa. Kebon Baca ini, selain menyediakan buku-buku bacaan, juga dilengkapi sarana tempat bermain anak-anak, mainan tradisional, mainan edukasi, tempat duduk dan lesehan serta batu pijat refleksi.

Saiful, yang berdinas di Satpol PP Kendal mengatakan, mendirikan Kebon Baca ini, semula agar pekarangan yang berada di samping rumahnya menjadi bersih dan tidak banyak nyamuknya. Awalnya, Saiful ingin membuat pagar tembok, namun niatnya diurungkan, karena jika rumahnya diberi pagar, justru warga sekitar enggan bermain. Akhirnya, dana yang semula untuk membangun pagar tembok dialihkan untuk membuat Kebon Baca. “Penginnya supaya warga bisa bermain di sini, baik anak-anak, pemuda maupun orang tua,”katanya.

Kebon Baca ini buka tiap hari, mulai pukul 4 sore sampai maghrib, sedangkan khusus hari Minggu, mulai buka pukul setengah tujuh pagi sampai siang. Warga yang datang meminjam buku tidak dikenai iuran alias gratis, bahkan bisa foto-foto dengan latar belakang lukisan mural yang dibuatnya sendiri. Menurut Saiful, tiap hari rata-rata pengunjung minimal 15 anak dan orang tua.”Sementara yang datang kebanyakan anak-anak dan orang tua, tapi penginnya anak-anak muda juga banyak datang untuk baca-baca buku di sini, makanya saya beri lukisan-lukisan muran untuk menarik anak-anak muda,”ujarnya.

Kebon Baca tersebut  terlihat nyaman karena banyak ditanami berbagai jenis tanaman, seperti pohon salam, tanaman sirih, pohon pisang dan singkong.Saiful mengatakan, sengaja menanam berbagai jenis pohon supaya bisa dimanfaatkan oleh warga. Misalnya daun salam atau daung singkong yang bisa dimanfaatkan untuk membuat sayur. “Kalau ada yang mau ambil tanaman ya silahkan tinggal ambil saja,”ucapnya.

Taman Baca yang baru berdiri 3 bulan ini,  koleksi bukunya hanya 140 buku. Untuk itu Saiful mempersilahkan kepada siapa saja untuk memberikan bantuan buku. “Koleksi bukunya masih sedikit, makanya silahkan saja kalau ada yang mau menyumbang buku,”kata Saiful.

Keberadaan Kebon Buku ternyata mendapat sambutan baik dari warga sekitar. Rosyid, misalnya merasa senang dengan adanya Kebon Baca, sebab bisa dimanfaatkan bagi anak-anak untuk membaca buku-buku yang berguna. “Anak saya juga sering ke situ,”katanya.