Lebaran, Jalan Tol Kendal belum bisa Dilalui Arus Mudik

Pembangunan jalan tol Kendal tidak selesai Lebaran 2017

0
1376

Target pembangunan jalan tol di wilayah Kendal untuk dilalui arus mudik Lebaran mendatang tidak bakal tercapai. Pasalnya, hingga minggu pertama Mei 2017 ini masih banyak lahan milik warga yang belum dibebasakan.

Menejer Pengendalian Lahan PT Jasa Marga Batang-Semarang, Hadi Susanto saat jumpa pers di Aula Polres Kendal Jumat (5/5/2017) mengatakan, lahan tol yang belum dibebaskan di antaranya 98 bidang yang berada di Desa Wungurejo dan Tejorejo Kec Ringinarum yang rencananya akan dilakukan eksekusi pengosongan lahan pada Selasa (9/5/2017) mendatang. Selain itu masih ada beberapa bidang di beberapa desa yang masih dalam proses konsinyasi. “Untuk bisa dilalui arus mudik hanya dari wilayah Batang sampai pintu keluar di Desa Sambongsari Weleri,”katanya.

Pengadilan Negeri (PN) Kendal akan melakukan eksekusi terhadap terhadap 98 lahan warga Desa Wungurejo dan Tejorejo, Kecamatan Ringinarum yang terdampak pembangunan tol Semarang-Batang. Eksekusi dilakukan lantaran sudah melewati batas waktu delapan hari setelah pemanggilan konsinyasi oleh PN Setempat.

Hadi mengatakan, rencana eksekusi harus dilaksanakan, yakni dengan melibatkan aparat kepolisian dari Polres Kendal untuk melakukan pengamanan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk proses eksekusi atau pengosongan lahan ini. Termasuk berkoordinasi dengan Polres Kendal untuk melakukan pengamanan selama eksekusi lahan,” katanya.

Dijelaskannya untuk lahan di dua desa tersebut seluruhnya berupa lahan persawahan. Sehingga tidak begitu rumit dibandingan lahan yang ada bangunannya. Selain itu, meskipun ada tanaman yang tumbuh diatas sawah tersebut, eksekusi tetap akan dilakukan.

Ia menyadari, bahwa eksekusi tidak akan bisa berjalan mulus. Pasti ada perlawanan dari warga pemilik lahan yang belum merelakan lahannya untuk dibangu tol. “Tapi eksekusi akan tetap kami lakukan untuk percepatan pembangunan tol yang menjadi proyek nasional ini. Makanya kami berkoordinasi Polres Kendal untuk mengamankan proses eksekusi,” jelasnya.

Sementara Panitera PN Kendal, Soedi Wibowo membenarkannya. Pihaknya sekalu juru sita PN Kendal sesuai aturan melakukan pemanggilan warga untuk proses konsinyasi ke 98 warga. Namun dari 98 warga hanya dua warga yang bersedia datang memenuhi panggilan konsinyasi.

“Pemanggilan konsinyasi sudah kami lakukan dua kali, yakni pada Kamis (20/4) dan Jumat (28/4) lalu. Sesuai ketentuan, eksekusi dilakukan 8 hari setelah pemanggilan konsinyasi kedua. Dan kami juga sudah melayangkan surat pemberitahuan eksekusi kepada warga melalui kepala desa masing-masing,” katanya.