Pekerja Kapal Asal Kendal di Mimika segera Dipulangkan

87 nelayan asal Kendal di Mimika dipulangkan

0
713

Sebanyak 87 dari 105 pekerja kapal asal Kendal yang bekerja di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Barat segera dipulangkan ke kampung halaman. Rencananya akan dipulangkan menggunakan pesawat Hercules dari bandara Mimika pada Minggu (20/8/2017) pukul 07.00 WIT pagi. Diperkirakan sampai di Bandara Ahmad Yani Semarang sekitar pukul 17.00 WIB. Sebelum pulang ke rumah, mereka akan dikumpulkan terlebih dulu di aula Islamic Center untuk dilakukan vaksin anti malaria.

Para pekerja kapal asal Kendal yang telah bekerja di Mimika tersebut dipulangkan setelah konflik dengan penduduk setempat berhasil diselesaikan. Konflik diselesaikan setelah tim Pemkab Kendal yaitu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Kesbangpol Kendal bersama dua anggota Komisi B DPRD Provinsi Jateng datang ke Mimika untuk membantu menyelesaikan masalah. Kepala Kesbangpol Kendal, Feri Nando Bonay mengatakan, konflik terjadi karena kapal ikan tempat pekerja asal Kendal bekerja melanggar kesepakatan dengan penduduk setempat. Sesuai kesepakatan, kapal ikan tidak boleh mencari ikan di zona larangan yaitu area para nelayan setempat mencari ikan. “Jadi, yang melanggar itu kapalnya, tapi yang bekerja di kapal itu ikut terkena juga, dan kapal itu milik pengusaha kapal Mimika,”jelasnya.

Feri menambahkan, para nelayan minta dipulangkan, karena untuk sementara kapal yang melanggar tidak boleh beroperasi. Dikatakan, sesuai arahan Bupati Mirna, semua biaya transportasi dari Mimika sampai Kendal, termasuk biaya makan akan ditanggung Pemkab Kendal. Sementara itu, kapal boleh beroperasi menunggu permasalahan diselesaikan secara adat dan menunggu Bupati Mimika mengeluarkan peraturan terkait zona penangkapan ikan. “Nanti boleh bekerja lagi di sana, menunggu semuanya selesai,”katanya.

Berdasarkan laporan yang diterima, menurut Sekda Kendal Bambang Dwiono, pada Rabu (16/8/2017), selain warga Kendal, juga ada 22 pekerja asal daerah lain dari Jawa Tengah, seperti Pemalang, Purworejo, Pati, Batang, Pekalongan, Tegal, Brebes, Demak dan Semarang. Jumlah pekerja semuanya 135 orang, tapi sebagian besar asal Kendal sebanyak 105 orang. Untuk pekerja asal Kendal sebagian warga Kecamatan Rowosari, hanya 3 orang yang dari kecamatan lain, yaitu 1 Gemuh, 1 Weleri dan 1 Pageruyung. “Setelah melalui kesepakatan, mereka akan dipulangkan bersama-sama,”katanya.