Warga Terdampak Tol di Desa Wungurejo dan Tejorejo Lakukan Aksi Blokade Jalan

Warga terdampak tol di Desa Wungurejo dan Tejorejo lakukan aksi demo

0
1890
Pembangunan jalan tol yang melintas di Desa Wungurejo dan Tejorejo Kecamatan Ringinarum ternyata masih menyisakan beberapa masalah. Buktinya, pada Senin (23/10/2017) puluhan warga terdampak tol dari dua desa tersebut melakukan aksi demo di lokasi pembangunan tol. Warga juga memblokade akses Jalan Proyek tol Batang-Semarang di Desa Tejorejo dengan meletakkan bambu sekitar  lima meter di jalan yang menjadi arus lalu-lintas truk pengakut material proyek.

Warga wungurejo,  Sukis mengatakan, warga menuntut  kompensasi tanaman yang rusak akibat adanya pembangunan jalan tol. Sebab akibat debu proyek tol, tanaman tembakau dan jagung menjadi rusak, sehingga para petani gagal panen. Untuk itu  petani ingin mendapatkan kompensasi selama tiga kali musim dalam setahun, sesuai panen yang didapat petani sebelum adanya proyek tol.
“Proyek tol ini juga sanga menggangu warga sebab saat jam mengaji dan istirahat alat-alat berat masih beroperasi, ” keluhnya.
Sugito,  Warga Tejorejo mengatakan, warga masih menuntut ganti rugi yang dinilai tidak sesuai. Pihaknya juga meminta agar dilakukan pengukuran ulang karena pemindahan patok tanpa musyawarah. Menurutnya, kondisi para petani sangat memprihatinkan, sebab banyak yang kehilangan mata pencaharian karena lahan yang menjadi sumber kehidupan telah hilang.
“Sejak awal kami tidak pernah dilibatkan pengukuran apalagi data yang digunakan data usang tahun 2008. Selain itu, apprasial yang dipakai tidak obyektif. Lahan subur kok dianggap lahan tidur. Ini tidak mencerminkan rasa keadilan,” ungkapnya.
Sementara itu, Humas Waskita Seksi III, Andhika menjelaskan terkait tuntutan warga yang diajukan itu sama dengan demo yang sebelumnya termasuk ganti rugi tanaman. Pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan warga dan smpai saat ini masih melakukan pengukuran terhadap ganti rugi tanaman. “Kami pihak waskita menerima aspirasi warga dan akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pimpinan karena bukan kami yang memutuskan, ” paparnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan jalan Tol Batang-Semarang, Tendi Hardiyanto, mengungkapkan apa yang menjadi tuntutan warga bukan ranahnya, terkait uang ganti untung proyek pembebasan Jalan Tol Batang Semarang. “Uang pembebasan lahan sudah dititipkan di Pengadilan silahkan diambil, ” saranya.